Generasi Muda Didorong Bangun Negeri dengan Ilmu

  • 18 Agt 2025 10:31 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kemerdekaan bangsa Indonesia saat ini tidak hanya diukur dari bebasnya penjajahan fisik, melainkan juga bagaimana masyarakat mampu melepaskan diri dari bentuk-bentuk penjajahan batin. Hal ini disampaikan Ustaz Indra Marta Rusmana dalam tausiah Mutiara Pagi dengan tema Makna dan Hakikat Kemerdekaan NKRI kepada RRI Pro 1 Banten, Senin (18/8/2025).

Menurutnya, meski Indonesia telah merdeka selama 80 tahun, berbagai tantangan baru justru hadir dalam bentuk penjajahan yang lebih halus. Penjajahan tersebut tidak datang dari bangsa asing dengan senjata, tetapi dari gaya hidup dan kebiasaan yang mengikis semangat kebangsaan. “Kita masih dijajah oleh hawa nafsu, budaya hedonisme, hingga kecanduan gawai yang membuat generasi muda malas belajar dan berkarya,” ucapnya.

Ustaz Indra menambahkan, kecanduan gawai telah menjadi ancaman serius karena membuat banyak anak muda kehilangan semangat belajar dan produktivitas. Padahal, generasi muda adalah penerus bangsa yang seharusnya memiliki semangat tinggi untuk membangun negeri. “Tantangan kemerdekaan zaman sekarang sungguh luar biasa. Musuh kita lebih halus dan tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat merusak,” ujar Indra.

Ia juga menyinggung bahwa kemerdekaan sering kali dimaknai sebatas perayaan seremonial, seperti upacara dan lomba tujuh belasan. Padahal, makna sesungguhnya adalah bagaimana setiap individu bisa berkontribusi nyata untuk bangsa, baik melalui iman, ilmu, maupun amal.

“Kemerdekaan tanpa tanggung jawab hanya akan menjadi beban bagi orang lain. Yang harus kita lakukan adalah memerdekakan diri dari kemiskinan, kebodohan, korupsi, hingga ketidakpedulian sosial,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ustaz Indra menekankan pentingnya memperkuat persatuan sebagai modal utama menghadapi tantangan zaman. Ia mencontohkan, jika dulu para pahlawan berjuang dengan bambu runcing, doa, dan tekad, maka generasi kini harus berjuang dengan ilmu pengetahuan, karakter, serta solidaritas sosial. “Kita bebas bermimpi untuk masa depan yang lebih baik, tetapi kebebasan itu harus diisi dengan tanggung jawab,” kata Indra.

Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menjadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Bukan hanya sekadar mengenang perjuangan para pahlawan, melainkan juga mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, gotong royong, serta semangat berkarya demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaya saing. (Nurlela)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....