Aspirasi Ekraf Banten Dibawa ke Pusat

  • 10 Jun 2026 16:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Program 131 Hari Jelajah Nusantara yang digagas Amsal Sitepu menjadi wadah penyerapan aspirasi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. Pada hari ke-37 perjalanannya, Amsal mengunjungi Banten, provinsi ke-9 yang disambangi, dan berdiskusi dengan mahasiswa dalam talkshow serta diskusi publik yang digelar DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Banten di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kampus Sindangsari.

Dalam kesempatan itu, Amsal menjelaskan program tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya yang pernah menjalani masa penahanan selama 131 hari sebelum akhirnya dinyatakan bebas oleh pengadilan. Pengalaman tersebut kemudian diubah menjadi gerakan untuk memperjuangkan penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui jalur kebijakan.

“Perjalanan ini bukan untuk menuntut ganti rugi dalam bentuk materi, tetapi mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan perlindungan dan kepastian bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia,” ujarnya kepada RRI Banten, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Amsal, aspirasi yang diterimanya dari berbagai daerah cenderung memiliki kesamaan, yakni kebutuhan akan perlindungan hukum, aturan yang jelas dalam bekerja sama dengan pemerintah, serta ruang yang lebih luas untuk berkarya. Ia berharap seluruh masukan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret. “Harapannya aspirasi dari daerah tidak berhenti di forum diskusi, tetapi bisa diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan rasa aman bagi pelaku ekonomi kreatif dalam berkarya,” katanya.

Khusus di Banten, Amsal menilai potensi budaya dan kearifan lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Keberadaan ratusan komunitas adat serta kekayaan budaya daerah dinilai perlu didokumentasikan dan dikelola secara serius agar dapat menjadi aset pengetahuan sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Ketua DPW GEKRAFS Banten Agung Winarto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program literasi ekonomi kreatif yang menyasar kalangan kampus melalui GEKRAFS Kampus. Ia mengungkapkan masih terdapat tantangan berupa belum optimalnya pendataan pelaku ekonomi kreatif dan kebutuhan akan ruang kreatif atau creative hub.

“Diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar ekosistem ekonomi kreatif di Banten semakin berkembang,” ujar Agung.

Ia berharap aspirasi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif Banten dapat menjadi bagian dari rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah pusat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....