Cerita Perjalanan Spritual Jemaah Haji Pandeglang Selama di Tanah Suci

  • 21 Jun 2026 14:22 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Isak tangis bahagia berbaur haru menyambut kedatangan rombongan perdana jemaah haji Kabupaten Pandeglang di halaman Pendopo Bupati pada Sabtu sore 20 Juni 2026. Ratusan warga saling berpelukan melepas rindu setelah terpisah beberapa pekan demi menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci.

Salah seorang jemaah, Gita, mengaku sangat bahagia bisa berhasil menunaikan ibadah haji setelah menanti antrean keberangkatan selama 13 tahun. "Alhamdulillah lancar, bisa pulang ketemu keluarga lagi," ujar Gita, Minggu 21 Juni 2026.

Perjalanan ibadah ini dinilainya berjalan sangat lancar tanpa kendala karena fasilitas pemondokan hotel yang bersih. Ia menyebut petugas di Arab Saudi memberikan jamuan katering yang memuaskan selama masa puncak haji di wilayah Arafah serta Mina.

Sengatan cuaca panas yang mencapai 40 derajat celsius berhasil diantisipasinya berkat imbauan ketat petugas agar jemaah tidak memaksakan diri keluar ruangan. Totalitas pelayanan tersebut dikatakan Gita membuat perjuangan spritualnya berjalan dengan lancar.

Cerita berbeda diutarakan oleh jemaah asal Kecamatan Munjul, Maksum, yang menyoroti sejumlah hambatan teknis operasional di lapangan. Lokasi penginapan menuju Jabal Ka'bah dinilai terlalu jauh dari Masjidil Haram.

"Catatan itu adalah tentang jarak antara hotel ke Masjidil Haram kemarin itu sampai 13,5 kilo, itu makan waktu banyak jadi kita kendala karena kecapean. Menu-menu katering pagi, siang, malam harus ada perubahan supaya lebih bergizi, akibat menu makanan kurang berkualitas ada kelompok saya yang dirawat masuk ICU," kata Maksum.

Jarak pemondokan yang terlampau jauh tersebut dirasakannya menguras stamina fisik jemaah hingga memicu kelelahan berat meski armada bus beroperasi nonstop. Ia berharap hambatan geografis ini bisa menjadi bahan evaluasi serius bagi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) demi perbaikan mutu pelayanan musim mendatang.

Adapun sengatan suhu tinggi yang mencapai 42 derajat celsius masih bisa Ia siasati mandiri menggunakan alat semprotan air muka demi mendinginkan badan. "Cuaca sangat panas sampai 42,1 derajat, cara mengatasinya kita harus pakai semprotan aja agak dingin," ujar Maksum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....