Alur Protokol Pemulangan Jamaah Haji Asal Pandeglang
- 08 Jun 2026 18:40 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji merancang sistem transit terpadu bagi pemulangan jemaah asal Kabupaten Pandeglang demi menjamin ketertiban dokumen dan pemeriksaan kesehatan fisik. Pengondisian jalur kepulangan ini difokuskan di berpusat di Asrama Haji Banten sebelum rombongan diberangkatkan menuju Pandeglang.
Kepala Seksi Bina dan Pelayanan Haji Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pandeglang, Aden Soleh Iskandar menjelaskan, seluruh jemaah yang mendarat di bandara akan langsung dibawa menuju Grand El Hajj di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Di lokasi tersebut petugas akan melaksanakan serangkaian proses serah terima resmi dari ketua kelompok terbang kepada perwakilan pemerintah daerah.
"Kepulangan kita menjemput ke asrama Grand LH Cipondoh, jemaah dari bandara diberangkatkan ke sana. Di Cipondoh baru itu ada proses serah terima dari ketua kloter ke daerah," kata Aden, Senin 8 Juni 2026.
Jemaah haji dijadwalkan beristirahat di dalam area asrama haji Cipondoh selama beberapa jam setelah menempuh penerbangan panjang. Dan baru pemulangan jemaah menuju daerah asal.
Titik akhir pembongkaran muatan penumpang dan pusat penjemputan massal dipusat Aden sepenuhnya akan dilaksanakan di Pendopo Bupati Pandeglang. Langkah sentralisasi tempat pemberhentian ini diambil demi memudahkan sistem pengawasan barang bawaan serta keamanan jemaah.
"Setelah dari Cipondoh, jemaah akan diberangkatkan ke Pandeglang, ke pendopo titik kumpulnya semua. Setelah itu baru diambil oleh keluarganya masing-masing," ucapnya.
Ia menegaskan, tidak ada pelaksanaan tes kesehatan massal secara menyeluruh bagi jemaah haji sehat di asrama transit. Prosedur pemeriksaan medis intensif hanya diberlakukan khusus untuk jemaah yang masuk kategori risiko tinggi atau membutuhkan perawatan lanjutan.
Sistem koordinasi internal kepulangan juga disebutnya melibatkan peran aktif seluruh ketua regu yang mengawal setiap sepuluh orang jamaah. Struktur berjenjang dari ketua regu ke ketua rombongan hingga ketua kloter ini dinilainya efektif meminimalkan risiko adanya jemaah tertinggal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....