Wukuf di Arafah Jadi Momen Introspeksi Diri saat Ibadah Haji
- 07 Mei 2026 10:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang: Wukuf di Padang Arafah menjadi puncak ibadah haji yang sarat makna refleksi diri dan pengenalan jati diri manusia. Hal ini disampaikan Sekretaris MUI Provinsi Banten, Ustaz Deni Rusli dalam program Mutiara Pagi bersama RRI Pro 1 Banten, Kamis, 7 Mei 2026.
“Wukuf adalah miniatur Padang Mahsyar, tempat manusia berkumpul tanpa perbedaan status sosial untuk memohon ampun kepada Allah,” ujarnya. “Di situlah manusia diajak mengenal dirinya, dari mana berasal dan akan kembali ke mana,” katanya.
| Baca juga: Istitha’ah, Kunci Sukses Ibadah Haji |
Menurutnya, Arafah secara bahasa berarti mengenal, sehingga momen wukuf menjadi kesempatan bagi jemaah untuk melakukan introspeksi diri secara mendalam. Manusia diingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara.
“Kita hidup di bumi Allah dan akan kembali kepada Allah,” ucapnya. “Kesadaran ini membuat manusia menyadari kelemahan dan ketergantungannya kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
| Baca juga: Perbedaan Haji dan Umrah: Rukun Hingga Waktu |
Ia menjelaskan, wukuf juga menjadi momen dialog batin antara hamba dan Tuhan. Doa dan zikir yang dipanjatkan di Arafah menjadi sarana penyucian diri dari dosa-dosa masa lalu.
“Siapa yang mendapatkan pengampunan di Arafah, ia seperti bayi yang baru dilahirkan. Inilah kesempatan untuk kembali suci dan memulai kehidupan yang lebih baik,” ucapnya.
Selain itu, rangkaian ibadah haji lainnya seperti tawaf dan sa’i juga mengandung pesan penting tentang kehidupan. Tawaf mengajarkan fokus pada Allah sebagai pusat kehidupan, sementara sa’i menekankan pentingnya usaha maksimal yang diiringi tawakal.
Ustaz Deni berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti saat ibadah selesai, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami filosofi haji, umat Islam diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, bertakwa, dan bermanfaat bagi sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....