Istitha’ah, Kunci Sukses Ibadah Haji
- 06 Mei 2026 11:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kesiapan istitha’ah menjadi syarat utama bagi umat Islam dalam menunaikan ibadah haji. Istitha’ah tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan finansial semata, tetapi mencakup kesiapan menyeluruh yang meliputi fisik, mental, ilmu, hingga aspek keamanan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Sekretaris MUI Provinsi Banten, Deni Rusli, menjelaskan konsep istitha’ah merupakan landasan penting dalam menentukan kewajiban seseorang untuk berhaji. “Istitha’ah itu artinya mampu dalam arti luas, bukan hanya punya uang. Harus sehat, aman perjalanannya, dan juga memiliki pemahaman tentang ibadah haji itu sendiri,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menambahkan, kesiapan fisik menjadi hal yang tidak bisa diabaikan, mengingat ibadah haji memerlukan daya tahan tubuh yang kuat. Aktivitas seperti tawaf, sa’i, hingga wukuf di Arafah membutuhkan stamina yang prima, terlebih dengan kondisi cuaca ekstrem dan kepadatan jemaah dari berbagai negara.
Selain itu, kemampuan finansial juga harus dipastikan tanpa mengabaikan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. “Haji itu melibatkan pengorbanan menyeluruh, mulai dari harta, fisik, perasaan, hingga kesiapan menghadapi situasi dan kondisi di sana,” kata Deni.
Lebih lanjut, Deni menyoroti pentingnya kesiapan ilmu sebagai bagian dari istitha’ah. Pengetahuan tentang tata cara ibadah haji dinilai krusial agar pelaksanaan rukun dan wajib haji dapat berjalan dengan benar.
Deni juga menambahkan bahwa kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penentu keberhasilan ibadah haji. Lingkungan yang berbeda, cuaca ekstrem, serta kepadatan jemaah menuntut kesabaran dan ketahanan diri.
“Istitha’ah juga berarti mampu beradaptasi dengan lingkungan di Tanah Suci, menjaga kesehatan, serta mengelola emosi selama beribadah,” katanya.
Ia menegaskan, dengan terpenuhinya syarat istitha’ah, ibadah haji diharapkan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa perubahan spiritual bagi jemaah. “Haji bukan hanya perjalanan ke Tanah Suci, tetapi perjalanan menuju kedewasaan rohani dan penguatan akidah sebagai hamba Allah,” ujar Deni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....