Satlantas Polres Pandeglang Selidiki Kecelakaan di SDN Sukaratu 5

  • 01 Mei 2026 08:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang melakukan penyelidikan intensif terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pandeglang di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari. Peristiwa yang terjadi pada Kamis 30 April 2026 pagi tersebut mengakibatkan satu orang siswa meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad mengonfirmasi, total korban dalam kecelakaan tersebut berjumlah sembilan orang. Selain tujuh siswa sekolah dasar yang menjadi korban utama, terdapat dua orang dewasa yang terdiri dari seorang pedagang dan tenaga sales yang juga berada di lokasi saat kejadian.

"Korban siswa berjumlah tujuh orang, satu meninggal dunia dan enam lainnya masih dalam perawatan. Kami masih mendalami keterangan pengemudi yang merupakan seorang PNS untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini," ujar AKP, Jumat 1 Mei 2026.

Surya menyebut pihak kepolisian saat ini masih mendalami identitas serta posisi jabatan ASN tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Sejauh ini, Surya mengatakan status pengemudi masih sebagai pihak yang dimintai keterangan guna mengungkap kronologi pasti mengapa kendaraan jenis Toyota Innova bernomor polisi A 1633 BS tersebut bisa hilang kendali hingga menabrak kerumunan anak sekolah.

Terkait kabar yang beredar mengenai kondisi kesehatan pengemudi yang diduga sedang sakit saat berkendara, AKP Burhanudin menegaskan pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan prematur. Kepolisian akan berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan fisik maupun mental pengemudi saat insiden terjadi melalui pemeriksaan resmi di rumah sakit.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menunjukkan bahwa kendaraan yang terlibat merupakan mobil pribadi, bukan kendaraan dinas pemerintah. Penyidik juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi guna memperkuat konstruksi hukum terkait adanya dugaan kelalaian dalam berkendara yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

"Untuk kondisi kesehatan pengemudi, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara resmi. Kami tidak bisa menyimpulkan sendiri terkait adanya dugaan sakit sebelum ada bukti dari pihak rumah sakit," ucapnya.

Polres Pandeglang memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Saat ini, para korban luka masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....