Coach Ida Ungkap Teknik Latihan Vokal pada Anak
- 04 Okt 2026 12:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Pembinaan vokal anak membutuhkan proses bertahap untuk mengenali kemampuan dan karakter suara masing-masing peserta. Hal itu diterapkan Sanggar Gema Katulistiwa dalam melatih sekitar 71 anak, termasuk Ratu Aghisna Abidazara yang meraih juara satu nembang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Serang.
Coach Sanggar Gema Khatulistiwa, Ida Fitriani mengatakan, kemampuan setiap anak berbeda sehingga proses latihan tidak dapat disamakan. Ada anak yang sudah memiliki bakat sejak awal, sementara lainnya harus memulai dari dasar.
“Untuk mengetahui potensi sebenarnya anak ini kan ada yang langsung punya bakat, memang sudah ada dari sananya, ada yang memang benar-benar dari nol,” kata Ida dalam program Indonesia Layak Anak RRI Banten, Minggu, 4 Oktober 2026.
| Baca juga: Tip Lari Agar Terhindar dari Cedera |
Menurut Ida, kemampuan anak kemudian dikenali melalui latihan vocalizing dan pengenalan nada. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui nada dasar yang dapat dijangkau anak sekaligus menentukan materi latihan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Latihan dasar mencakup pernapasan, artikulasi, intonasi, ekspresi hingga penguasaan panggung. Anak yang memiliki kemampuan lebih matang dapat mengikuti tingkat latihan yang lebih tinggi, sementara peserta yang masih belajar dasar akan mendapatkan pembinaan secara bertahap.
“Kita ada vocalizing, latihan pernapasan, artikulasi, intonasi, ekspresi, stage atau penguasaan panggung. Memang paling basic untuk latihan vokal,” ujar Ida.
| Baca juga: Cara Nge-Gym yang Benar Bagi Pemula |
Sanggar juga memiliki buku catatan perkembangan untuk setiap anak. Catatan tersebut digunakan pelatih untuk melihat kemampuan yang masih perlu diperbaiki dan menentukan latihan lanjutan yang harus dilakukan di rumah.
Dalam latihan Aghisna, salah satu kemampuan yang diperkuat adalah teknik cengkok untuk lagu berbahasa Jawa Serang. Selain itu, Aghisna terus melatih pernapasan, jangkauan nada, artikulasi dan ekspresi untuk mendukung penampilannya.
Ida mengatakan, pembinaan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Pelatih juga harus memperhatikan kondisi dan suasana hati anak. Ketika anak mulai lelah atau kehilangan motivasi, latihan dapat dihentikan sementara untuk mengembalikan semangat sebelum dilanjutkan.
Sanggar kini terus mendorong anak-anak untuk berkembang melalui latihan dan berbagai kesempatan tampil. Bagi Ida, pelatih juga harus terus belajar karena kemampuan anak akan berkembang seiring proses latihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....