Teknologi Dinilai Mengancam Moral Generasi Muda
- 30 Jan 2026 06:32 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kemajuan teknologi informasi dinilai membawa ancaman serius terhadap moral generasi muda apabila tidak dibarengi dengan penguatan nilai agama. Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus PW DMI Provinsi Banten, Ki Menara dalam program Mutiara Pagi Pro 1 Banten, Jumat, 30 Januari 2026.
Dia menyebutkan, arus informasi yang tidak terkendali telah memicu pergeseran perilaku, terutama di kalangan remaja. Konten hiburan yang menonjolkan pergaulan bebas, gaya hidup hedonis, dan pencarian popularitas instan dinilai berkontribusi pada melemahnya kedisiplinan spiritual.
Baca juga: Peran Ilmu Agama dalam Menikmati Ibadah Menurut Perspektif Islam
“Sekarang ini dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, yang dipegang adalah handphone,” ujarnya. Ia mempertanyakan kapan waktu generasi muda berinteraksi dengan Al-Qur’an dan melaksanakan ibadah dengan khusyuk.
Fenomena no viral no justice di sosial media juga disoroti sebagai pola pikir baru yang berbahaya. Menurutnya, keinginan untuk viral sering kali mengalahkan nilai etika dan moral. Bahkan, media sosial disebut dapat memicu keretakan rumah tangga dan krisis identitas.
Ia mengutip peringatan Al-Qur’an dalam Surah Maryam ayat 59 tentang generasi yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsu. “Ini peringatan keras agar kita tidak melahirkan generasi stagnan dan kehilangan arah,” katanya.
Baca juga: Tanda-Tanda Orang yang Mendustakan Agama Menurut Surah Al-Ma'un
Sebagai solusi, generasi muda didorong untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan sekaligus memperkokoh keimanan. Agama dinilai sebagai benteng utama agar teknologi tidak menjerumuskan pada perilaku menyimpang.
Ia menegaskan, jika dasar agama kuat, maka teknologi justru akan melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan siap memimpin masa depan. "Dengan demikian, tantangan era digital dapat diubah menjadi peluang untuk membangun peradaban yang bermartabat," ucap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....