Daniel Abraham Tekuni Dunia Rap Sejak Usia Enam Tahun
- 20 Jul 2026 13:47 WIB
- Banten
Poin Utama
- Daniel Abraham berusia 15 tahun telah menjadi rapper dan music producer independen yang memproduksi karya-karyanya sendiri sejak usia belia.
- Minat Daniel terhadap musik dimulai sejak usia enam tahun melalui kebiasaan mendengarkan musik bersama orang tuanya dan pengaruh dari grup Jogja Hiphop Foundation.
- Setelah grup rap yang dibentuk bersama teman-temannya vakum, Daniel memanfaatkan waktu untuk mempelajari produksi musik hingga mampu menggarap musiknya sendiri.
RRI.CO.ID, Serang – Usia muda tidak menjadi penghalang bagi Daniel Abraham untuk menekuni industri musik. Remaja berusia 15 tahun itu kini tidak hanya dikenal sebagai rapper, tetapi juga sebagai music producer yang memproduksi karya-karyanya secara mandiri sejak usia belia.
Ketertarikan Daniel terhadap musik telah tumbuh sejak berusia enam tahun. Berawal dari kebiasaan mendengarkan musik bersama orang tuanya dan pengaruh grup Jogja Hiphop Foundation, ia kemudian membentuk grup rap bersama temannya. Setelah grup tersebut vakum saat pandemi, Daniel memanfaatkan waktu untuk mempelajari produksi musik hingga akhirnya mampu menggarap musiknya sendiri.
"Sejak umur enam tahun memang sudah suka rap. Waktu pandemi aku mulai belajar bikin musik, jadi sekarang selain rapper juga basic-nya music producer," kata Daniel Abraham kepada RRI, Minggu, 19 Juni 2026.
Menurut Daniel, kemampuan menjadi music producer merupakan bekal penting bagi seorang musisi agar tidak selalu bergantung pada pihak lain. Ia mengaku mendapat dorongan dari sang ayah untuk menguasai seluruh proses produksi, mulai dari membuat beat, menyusun aransemen, hingga proses rekaman.
Saat ini, Daniel mengaku lebih banyak mengerjakan komposisi musik, sementara penulisan lirik masih banyak dibantu ayahnya. Keduanya kemudian berdiskusi untuk menyelaraskan karakter musik yang memadukan sentuhan hip-hop old school dengan nuansa modern agar sesuai dengan selera pendengar muda.
Sebagai rapper, Daniel memilih mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan remaja. Lagu-lagunya membahas fenomena anak muda, mulai dari percintaan, keresahan menghadapi masa depan, hingga kritik sosial ringan seperti budaya mengikuti tren dan penggunaan barang tiruan yang diangkat dalam single terbarunya, "Paling Skena."
"Identitasku sebagai rapper itu membahas tema-tema yang sesuai umurku. Ceritanya tentang kehidupan anak muda, mulai dari fenomena skena, kecemasan soal masa depan, sampai hal-hal yang dekat dengan keseharian remaja," ujarnya.
Meski industri rap di Indonesia dinilainya masih belum sepenuhnya masuk ke arus utama, Daniel optimistis musik hip-hop akan terus berkembang. Dengan dua album yang telah dirilis dan album ketiga yang tengah dipersiapkan, Daniel berharap dapat terus berkarya dan menjadikan musik sebagai jalan hidupnya di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....