Nanda Prima Perkuat Identitas Musikalnya Lewat Karya Emosional
- 23 Feb 2026 10:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Dikenal sebagai penyanyi dengan ciri khas mic berwarna merah, Nanda Prima terus memperkuat identitas musikalnya lewat karya-karya emosional. Karakter vokal yang kuat dan penyampaian emosi yang jujur membuat solois dengan ratusan ribu stream di Spotify ini mudah dikenali pendengarnya.
Kali ini, Nanda Prima menghadirkan sisi yang jauh lebih personal melalui single terbarunya berjudul "Memori Satu Atap". Jika sebelumnya banyak mengangkat dinamika hubungan antarpasangan dan luka emosional, lagu ini menyelami rindu paling sunyi dan sakral, yakni kerinduan seorang anak terhadap orang tua yang telah tiada.
Melalui interpretasi vokal yang intim dan penuh perasaan, “Memori Satu Atap” mengisahkan seorang anak yang memohon pada almarhum ayahnya. Harapan sederhana untuk bisa bertemu kembali, meski hanya sekali dalam mimpi, menjadi benang merah cerita yang disampaikan dengan nuansa hangat namun perih, tenang tetapi menusuk.
Lagu ini juga menyimpan penyesalan kecil yang terasa dekat dengan banyak orang, yakni lupa menanyakan makna di balik nama indah yang diberikan orang tua. Rindu yang dihadirkan tidak meledak-ledak, melainkan menetap dan perlahan menyentuh, seolah menjadi ruang refleksi bagi pendengarnya.
“Memori Satu Atap” diciptakan oleh Roby Geisha, yang untuk pertama kalinya menulis lagu tentang kehilangan orang tua. Ia mengaku proses penciptaannya bukan hal mudah karena sarat emosi dan makna yang sangat pribadi.
“Saya sendiri nyaris tidak sanggup menuliskannya. Saya juga takut kehilangan, tapi di satu sisi saya juga sedang bersiap-siap untuk kehilangan. Lagu ini sangat sakral karena bercerita tentang kehilangan orang tua,” ujar Roby dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin 23 Februari 2026.
Dirilis pada momen Ramadan 2026, “Memori Satu Atap” terasa semakin relevan bagi mereka yang harus menjalani bulan suci dan Lebaran tanpa kehadiran orang tua. Single terbaru Nanda Prima ini dapat dinikmati melalui kanal YouTube GSI Record.
Bagi para perantau, anak-anak yang mulai memahami arti “rumah”, atau siapa pun yang pernah kehilangan, lagu ini hadir layaknya pelukan yang tak terlihat. Sebuah pengingat bahwa cinta orang tua tidak pernah benar-benar pergi, melainkan hidup dan menetap di dalam memori satu atap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....