di Balik Lapak Sol Sepatu, Pak Hatib Menjaga Mata Pencaharian

  • 28 Jul 2026 15:24 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Di sudut Pasar Lama, Kota Serang, suara palu yang beradu dengan sol sepatu masih terdengar di tengah riuh aktivitas perdagangan. Di sebuah lapak sederhana, tangan Pak Hatib bergerak lincah memasang sol, menjahit bagian yang lepas, lalu merapikan sepatu sebelum kembali dipakai pemiliknya.

Pekerjaan itu terus ia jalani, menjadi bagian dari denyut kehidupan pasar yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Di tengah mudahnya masyarakat membeli sepatu baru, jasa sol sepatu ternyata belum kehilangan peminat. Bagi mereka, sepatu yang dirawat dapat digunakan lebih lama dan tetap nyaman dipakai beraktivitas.

Pak Hatib menjadi salah satu pengrajin sol sepatu yang masih bertahan di Pasar Lama. Setiap hari, sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, ia menunggu pelanggan yang datang membawa berbagai jenis sepatu. Ada yang solnya mulai terlepas, ada pula yang masih baru dan sengaja diberi sol tambahan agar lebih kuat.

Sebelum membuka jasa sol sepatu, Pak Hatib lebih dulu berdagang sepatu. Namun, ia memilih beralih karena usaha tersebut membutuhkan modal yang lebih besar, sementara kondisi ekonomi saat itu tidak lagi mendukung. "Makanya saya memutuskan ke sol sepatu saja. Di situ modalnya lebih ringan, karena memang ekonomi kita sudah tidak terlalu banyak," ujarnya, Selasa 28 Juli 2028.

Keahlian sol sepatu tidak diperoleh dari pelatihan ataupun kursus. Pengalaman bertahun-tahun berada di lingkungan perdagangan sepatu membuatnya memahami cara memperbaiki dan memperkuat berbagai jenis alas kaki.

Di lapaknya, pelanggan tidak selalu datang untuk memperbaiki sepatu yang rusak. Menurut Pak Hatib, banyak orang justru membawa sepatu yang baru dibeli untuk diberi lapisan sol tambahan agar lebih awet digunakan.

"Sepatu sekarang, walaupun harganya Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, belum tentu tahan dua sampai tiga bulan. Jadi kebanyakan langsung disol, bukan nunggu rusak," ucapnya.

Jumlah pelanggan yang datang tidak selalu sama setiap hari. Saat kondisi pasar ramai, pendapatannya bisa mencapai sekitar Rp300 ribu dalam sehari. "Tergantung. Kadang dapat Rp300 ribu, kadang lebih, kadang juga kurang," ujarnya.

Di tengah perubahan pola belanja masyarakat dan semakin banyaknya pilihan sepatu di pasaran, lapak kecil milik Pak Hatib tetap menjadi tujuan bagi mereka yang percaya, merawat barang sering kali lebih bernilai daripada menggantinya. Setiap sol yang dipasang bukan sekadar memperbaiki sepatu.

Di balik setiap ketukan palu, tersimpan cerita tentang keterampilan yang lahir dari pengalaman, ketekunan menjaga mata pencaharian, serta keyakinan jika sebuah sepatu yang dirawat dengan baik akan mampu menemani langkah pemiliknya lebih lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....