Perjuangan Mahdi Digendong ke Sekolah Berbuah Kursi Roda
- 10 Apr 2026 18:50 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Senyum bahagia terpancar dari wajah Mahdi (9), seorang anak penyandang lumpuh asal Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten. Ia akhirnya menerima bantuan kursi roda yang selama ini sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.
Bantuan tersebut menjadi momen haru bagi Mahdi dan keluarganya setelah melewati berbagai keterbatasan. Kehadiran kursi roda ini sekaligus membawa harapan baru bagi masa depan pendidikannya.
Bantuan kursi roda itu merupakan inisiatif Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang. Penyerahan dilakukan di sekolah tempat Mahdi menimba ilmu, yakni SDN 1 Cerocoh.
| Baca juga: Nana Setia Berjualan Takjil Demi Keluarga |
Pihak sekolah turut menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Mereka berharap fasilitas ini dapat membantu Mahdi lebih mandiri dalam menjalani kegiatan belajar.
Mahdi yang kini duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar sebelumnya tumbuh normal seperti anak-anak seusianya. Namun kondisi itu berubah sejak dua tahun lalu ketika ia masih duduk di kelas 2. Sang nenek, Jariah, menceritakan awal mula kondisi Mahdi yang menurun drastis.
“Waktu itu Mahdi sempat demam tinggi. Setelah itu kondisinya terus menurun hingga akhirnya tidak bisa berjalan seperti sebelumnya,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.
Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu kendala utama dalam proses pengobatan Mahdi. Ia kini tinggal bersama neneknya, sementara kedua orang tuanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Upaya pengobatan tetap dilakukan meski belum maksimal karena keterbatasan biaya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus berjuang ekstra dalam merawat dan mendampingi Mahdi.
Dalam kesehariannya, Mahdi tetap bersekolah dengan semangat tinggi meski memiliki keterbatasan fisik. Setiap hari ia harus digendong oleh neneknya saat berangkat dan pulang sekolah. Hal ini dilakukan agar Mahdi tetap bisa mendapatkan pendidikan seperti anak-anak lainnya.
“Saya gendong setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah. Yang penting Mahdi tetap bisa belajar dan tidak ketinggalan pelajaran,” kata Jariah.
Kehadiran kursi roda ini memberikan kemudahan yang sangat berarti bagi Mahdi. Ia kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sang nenek untuk mobilitas menuju sekolah. Bantuan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri Mahdi dalam berinteraksi dengan teman-temannya. Lingkungan sekolah pun diharapkan semakin mendukung aktivitas belajar Mahdi.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah. Ia menilai setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Kami berharap bantuan ini bisa memotivasi Mahdi agar tetap semangat dalam belajar. Tidak hanya itu, kami juga ingin memastikan anak-anak dengan kondisi serupa tetap mendapatkan perhatian dan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam melaporkan kondisi serupa di lingkungan sekitar. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting agar bantuan dapat tepat sasaran.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dalam membantu anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kepedulian bersama terhadap pendidikan inklusif di Kabupaten Serang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....