Setia Berjualan di Emperan Pasar Rangkasbitung
- 13 Jan 2026 19:03 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Gerimis yang turun sejak subuh tak menyurutkan langkah Sukarmi, 66 tahun, untuk tetap menggelar dagangannya di emperan Pasar Rangkasbitung. Dengan terpal sederhana di atas semen, ia menata aneka makanan ringan yang menjadi sumber penghidupannya selama puluhan tahun. Perempuan yang akrab disapa Bu Sukarmi ini telah berjualan sejak 1992.
Profesi tersebut ia tekuni setelah sang suami meninggal dunia, memaksanya menjadi tulang punggung keluarga demi menghidupi empat orang anaknya. “Sejak bapaknya anak-anak meninggal, saya jualan di sini. Mau bagaimana lagi, harus tetap jalan,” ujar Sukarmi sambil merapikan dagangannya, Selasa (13/1/2026) pagi.
Di sela deretan gerobak pedagang makanan, nenek dari sepuluh orang cucu ini setia menunggu pembeli. Hujan maupun panas tak pernah menjadi alasan baginya untuk absen berjualan.
Sebagian makanan ringan yang dijajakan merupakan hasil buatannya sendiri, seperti gorengan dan kue tradisional. Sementara sisanya adalah titipan dari pedagang lain yang berharap dagangannya ikut terbeli.
Namun, Sukarmi mengakui pendapatannya kini tak lagi seperti dulu. Sejak sebagian pedagang kaki lima dipindahkan ke pasar semi, pembeli di emperan pasar semakin berkurang. “Sekarang sepi, Nak. Yang beli makin sedikit, apalagi sejak pedagang dipindah,” ujarnya lirih.
Meski demikian, ia tetap bertahan di emperan Pasar Rangkasbitung. Faktor usia membuatnya tak sanggup berjalan jauh atau berpindah lokasi seperti pedagang lain. Setiap pagi, sekitar pukul lima, Sukarmi berangkat dari rumahnya di Kampung Jaura menggunakan ojek. Perempuan asli Purwokerto ini mengandalkan jasa ojek langganan agar tetap bisa sampai ke pasar.
Sukarmi tidak memiliki kios permanen. Ia hanya menggelar terpal di atas lantai semen dan meletakkan dagangan seadanya, namun baginya tempat itu sudah menjadi bagian dari hidup. “Saya sudah tua, nggak kuat kalau harus jalan jauh. Di sini saja yang penting masih bisa jualan,” katanya pasrah namun tegar.
Di sisa usianya, Sukarmi tak lagi memasang harapan tinggi. Ia hanya ingin menjalani hidup dengan tenang, tetap bisa berjualan sekadarnya, dan memperbanyak ibadah. “Mudah-mudahan Allah kasih kesehatan, biar saya bisa ibadah dengan tenang,” ucapnya menutup cerita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....