Tantangan Es Jeyuk dalam Tingkatkan Kualitas Produk dan Promosi

  • 26 Agt 2026 08:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Mempertahankan kualitas produk dan membangun kepercayaan pelanggan menjadi strategi pemilik Es Jeyuk, Dyah Puspita Ningrum, dalam mengembangkan usaha minuman yang baru dirintis pada 2026. Di tengah persaingan penjual es jeruk yang cukup banyak, Dyah memilih mengandalkan konsistensi rasa dan promosi dari pelanggan.

Pemilik Es Jeyuk, Dyah Puspita Ningrum mengatakan, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha bukan hanya mendapatkan pembeli, tetapi membuat konsumen bersedia kembali membeli. Menurut Dyah, rasa dan kualitas harus terus dipertahankan agar pelanggan memiliki alasan untuk memilih produk yang sama meskipun banyak pilihan minuman serupa.

“Gimana caranya supaya pelanggan itu baliknya ke kita. Ya itu mempertahankan rasa, mempertahankan kualitas,” kata Dyah saat dialog dalam program UMKM Bicara bersama RRI Pro 1 Banten, Senin, 24 Agustus 2026,

Ia mengatakan, strategi tersebut juga diterapkan dalam menentukan keuntungan. Dyah memilih tidak mengejar keuntungan besar dari satu gelas, tetapi berusaha meningkatkan jumlah produk yang terjual.

“Enggak apa-apa kalau untungnya per cup itu enggak terlalu banyak, tapi saya bisa ngambil untung yang lumayan dari quantity-nya,” ujarnya.

Untuk memperkenalkan produknya, Dyah sempat menggelar program giveaway dengan hadiah utama berupa gelang emas. Strategi tersebut membuat masyarakat tertarik mencoba produk Es Jeyuk. Setelah mencoba, promosi kemudian berkembang melalui rekomendasi pelanggan.

“Walaupun mereka enggak menang, setidaknya mereka sudah pernah ngerasain segarnya es jeruk. Balik lagi bukan karena giveaway, tapi karena rasanya enak,” katanya.

Dyah juga membuka ruang kritik dan saran dari pelanggan. Menurutnya, masukan konsumen menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki rasa maupun kemasan produk.

Ia mencontohkan adanya masukan terkait kemasan yang berpotensi tumpah ketika dibawa menggunakan sepeda motor. Masukan tersebut kemudian menjadi pertimbangan dalam memperbaiki sistem pengemasan.

“Makanya kita harus terus mendengarkan konsumen, terbuka dan berinovasi,” ucapnya.

Dyah mengatakan, usaha Es Jeyuk kini memiliki dua gerobak dengan dua karyawan. Produk yang ditawarkan berada pada kisaran harga Rp6.000 hingga Rp15.000, tergantung jenis dan ukuran jeruk serta tambahan seperti madu atau Yakult.

Ia mengaku, belum berani membuka sistem franchise meskipun sudah mendapat permintaan dari masyarakat. Alasannya, Dyah masih ingin memastikan kualitas produk tetap terjaga apabila usaha dikembangkan lebih luas.

“Saya masih belum berani franchise karena untuk mempertahankan kualitas itu beda tangan biasanya beda rasa. Saya baru mampu nge-handle dua cabang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....