Transaksi QRIS Perkuat Profil Kredit UMKM

  • 18 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • QRIS membantu pelaku UMKM mencatat transaksi penjualan secara otomatis dan digital, meningkatkan transparansi keuangan usaha.
  • Penggunaan QRIS memungkinkan monitoring aliran uang masuk dan keluar dari rekening, memudahkan rekapitulasi keuangan yang akurat.
  • Data transaksi digital melalui QRIS berpotensi mendukung pembentukan profil kredit UMKM untuk meningkatkan akses pembiayaan perbankan.

RRI.CO.ID, Serang - Digitalisasi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS dinilai dapat membantu pelaku UMKM membangun pencatatan transaksi usaha. Data transaksi yang tercatat secara digital berpotensi mendukung pembentukan profil kredit UMKM ketika membutuhkan akses pembiayaan perbankan.

Analis Yunior Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Banten, Fildzah Fajrina, menjelaskan penggunaan QRIS membuat transaksi penjualan tercatat secara otomatis. Uang yang masuk maupun keluar dari rekening dapat dipantau sehingga membantu pelaku usaha melakukan rekapitulasi keuangan.

Menurutnya, pencatatan transaksi menjadi salah satu manfaat penting QRIS bagi UMKM. Sistem tersebut dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas keuangan usaha, termasuk pemasukan dari penjualan maupun pengeluaran untuk kebutuhan operasional.

“Transaksi itu tercatat, jadi nanti bisa membangun kredit profil UMKM sehingga nanti ke depannya bisa lebih gampang untuk mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan,” kata Fildzah dalam program Literasi Digital RRI Pro 1 Banten, Selasa, 18 Agustus 2026.

Fildzah mengatakan, penggunaan QRIS juga membuat pelaku usaha tidak perlu meluangkan banyak waktu untuk menyetorkan hasil penjualan secara tunai ke bank. Dana hasil transaksi langsung masuk ke rekening yang terhubung dengan layanan pembayaran tersebut.

Kondisi itu dinilai dapat membuat pengelolaan keuangan usaha lebih efisien. Pelaku UMKM juga dapat melihat transaksi yang masuk dan keluar melalui rekening, sehingga pencatatan keuangan tidak sepenuhnya dilakukan secara manual.

Selain pencatatan, QRIS dinilai dapat membantu UMKM mengurangi risiko kehilangan peluang penjualan. Konsumen yang tidak membawa uang tunai tetap dapat melakukan transaksi selama pelaku usaha menyediakan metode pembayaran digital tersebut.

Bank Indonesia Banten mencatat penggunaan QRIS di Provinsi Banten terus menunjukkan peningkatan sejak diluncurkan pada 2019. Fildzah mengatakan, jumlah pengguna QRIS di Banten mencapai sekitar 3,7 juta, sedangkan jumlah merchant mencapai sekitar 2,9 juta.

Jumlah tersebut menempatkan Banten pada peringkat kelima provinsi dengan penggunaan QRIS terbanyak di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan sistem pembayaran digital di masyarakat dan pelaku usaha.

“Jadi harapannya QRIS ini bukan hanya sekadar alat pembayaran, tetapi bisa menjadi strategi UMKM untuk naik kelas dan berdaya saing global,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....