Inflasi Banten Stabil, Emas Perhiasan Kembali Jadi Penyumbang Terbesar

  • 24 Jun 2026 22:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kilau harga emas perhiasan dan meroketnya harga minyak goreng yang sempat menyentuh Rp20 ribu per liter menjadi biang kerok utama pendorong inflasi di Provinsi Banten. Meski begitu, secara keseluruhan fondasi ekonomi Banten diklaim masih kokoh dengan angka pertumbuhan mencapai 5,45 persen.

Kondisi tersebut dibeberkan oleh Pakar Lokal dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Hady Sutjipto, dalam pemaparan daring APBN Kita Regional Banten, Selasa, 23 Juni 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, inflasi tahunan Banten sebenarnya masih aman terkendali di angka 2,70 persen.

Hady menjelaskan, emas perhiasan mencatat andil inflasi tahunan paling jumbo, yakni sebesar 0,52 persen. Hal ini terjadi karena dinamika ekonomi global membuat banyak orang berebut menyelamatkan uangnya ke aset investasi yang aman.

"Emas kembali mendominasi inflasi karena adanya perubahan kondisi global. Di sisi lain, minyak goreng sempat mengalami kelangkaan sehingga harganya meningkat hingga sekitar Rp20 ribu per liter. Namun secara umum, tingkat inflasi Banten masih berada pada level yang aman," ujar Hady.

Selain emas dan minyak goreng, bumbu dapur seperti cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit juga ikut menyumbang inflasi bulanan. Hady mewanti-wanti pemerintah daerah untuk memberi perhatian ekstra pada empat wilayah, yaitu Pandeglang, Lebak, Cilegon, dan Kota Serang, karena tingkat inflasinya terpantau lebih tinggi ketimbang Kota Tangerang.

Di luar urusan belanjaan pasar, Hady juga menyoroti nasib kontras yang dialami pekerja lapangan di Banten. Ketika Nilai Tukar Petani (NTP) terus naik yang menandakan petani makin makmur, Nilai Tukar Nelayan (NTN) justru jeblok sejak Maret 2026 lalu.

Kondisi merosotnya kesejahteraan nelayan ini diharapkan segera menjadi fokus pemerintah, terutama untuk wilayah-wilayah pesisir Banten yang hidupnya bergantung penuh pada sektor perikanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....