Dana Darurat Disebut Fondasi Keuangan Keluarga

  • 21 Mei 2026 09:32 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menilai dana darurat menjadi fondasi utama dalam pengelolaan keuangan keluarga di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Ekonom Yunior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ahmad Mirza Farhan mengatakan masyarakat sebaiknya memprioritaskan pembentukan dana darurat sebelum mulai berinvestasi.

“Kalau diibaratkan perencanaan keuangan itu sebuah rumah, maka dana darurat adalah fondasinya,” katanya saat dialog di RRI Pro 1 Banten, Rabu 20 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi global saat ini penuh ketidakpastian, mulai dari konflik internasional hingga potensi krisis ekonomi yang dapat berdampak langsung pada kondisi keuangan masyarakat. Ia mencontohkan pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan penghasilan secara mendadak.

Karena itu, keberadaan dana darurat menjadi penting untuk menghadapi situasi tidak terduga. “Ketika terjadi kondisi darurat, kita masih bisa memanfaatkan dana yang memang sudah kita siapkan sebelumnya,” ujarnya.

Mirza menyarankan masyarakat memiliki dana darurat minimal tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan agar kondisi finansial tetap aman ketika terjadi keadaan mendesak. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menyisihkan dana darurat sejak awal menerima penghasilan, bukan menunggu sisa di akhir bulan.

Selain menyiapkan dana darurat, masyarakat juga diimbau mulai membiasakan pengelolaan keuangan dengan membuat pos pengeluaran bulanan secara teratur. Pos tersebut meliputi kebutuhan rutin, tabungan, dana darurat hingga alokasi investasi agar kondisi keuangan tetap terkontrol di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

Mirza menilai kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran dan menyisihkan dana sejak awal menerima pendapatan dapat membantu masyarakat lebih disiplin dalam mengatur keuangan rumah tangga. Menurutnya, langkah tersebut juga dapat mengurangi perilaku konsumtif yang sering membuat masyarakat kesulitan menyiapkan tabungan maupun dana cadangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....