Wastra Banten Bidik Pasar Asia lewat Produk Fashion Modern

  • 03 Okt 2026 10:10 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Produk wastra berbasis batik khas Banten mulai diarahkan untuk menembus pasar internasional. Pelaku usaha fashion dan pegiat wastra asal Kota Serang, Wina Mutia Sari, menargetkan produk yang dikembangkannya dapat dikenal lebih luas, khususnya di pasar Asia.

Upaya tersebut dilakukan dengan mengembangkan batik Kota Serang menjadi produk fashion yang tidak hanya menonjolkan nilai tradisional, tetapi juga mengikuti selera konsumen modern. Produk ready to wear menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar karena dapat digunakan dalam berbagai aktivitas.

Wina mengatakan, pengembangan pasar luar negeri akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan produk terhadap kebutuhan calon pembeli. “Saya berharap wastra atau batik Kota Serang ini bisa go internasional. Minimal untuk pasar Asia, seperti Malaysia, Singapura, bahkan Jepang,” ujar Wina saat berbincang dalam program Kita Indonesia bersama RRI PRO 1 Banten, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka setelah produk wastra yang dikembangkan mendapat respons dari konsumen berbagai daerah di Indonesia. Produk bahkan telah menarik perhatian konsumen dari luar Banten, termasuk dari Makassar dan Papua.

Selain mengandalkan penjualan langsung, pemasaran dilakukan melalui media sosial, katalog digital, siaran langsung, serta keikutsertaan dalam berbagai pameran. Pameran menjadi sarana penting untuk memperluas jaringan karena pelaku UMKM dapat bertemu konsumen maupun calon mitra dari berbagai daerah.

Ia juga menyebut dukungan pemerintah daerah dan Bank Indonesia berperan dalam pengembangan kapasitas usaha. Pelaku UMKM mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan serta memperoleh fasilitasi dalam sejumlah pameran di luar daerah. Menurutnya, dukungan tersebut membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

“Dukungan pemerintah sangat membantu, terutama ketika kita mengikuti pameran besar yang membutuhkan biaya cukup tinggi. Harapannya ada kesinambungan setelah pelatihan dan fasilitasi, sehingga hasilnya bisa terus dikembangkan,” katanya.

Ke depan, Wina berharap batik khas Kota Serang tidak hanya menjadi produk lokal, tetapi mampu menjadi identitas fashion Banten di pasar global. Untuk mencapai target tersebut, ia menilai pelaku usaha perlu konsisten mempertahankan ciri khas, terbuka terhadap perkembangan pasar, serta terus meningkatkan kualitas produk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....