Stok Beras Bulog Lebak Aman Setahun Penuh

  • 07 Jun 2026 15:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Cabang Lebak-Pandeglang saat ini mencapai 30 ribu ton lebih. Jumlah tersebut diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan. Kepastian mengenai ketersediaan stok beras tersebut disampaikan Kepala Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, M. Syaukani, saat ditemui di Warunggunung.

Menurut Syaukani, beras yang tersimpan di gudang Bulog sebagian besar berasal dari hasil serapan gabah dan beras petani lokal di wilayah Lebak. Ia mengatakan, tingginya hasil panen petani pada musim tanam tahun ini memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan stok beras pemerintah.

Dengan jumlah cadangan yang ada saat ini, Bulog optimistis kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala. Selain jumlahnya yang melimpah, kualitas beras yang tersimpan di gudang juga dipastikan dalam kondisi baik.

Syaukani menjelaskan beras yang tersedia merupakan beras medium yang telah melalui proses pemeriksaan mutu sebelum masuk ke gudang. "Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi karena beras yang kami simpan merupakan beras medium dengan standar mutu yang baik," ujar Syaukani.

Kabupaten Lebak sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Banten. Luas areal persawahan yang dimiliki daerah tersebut menjadi faktor utama tingginya produksi padi setiap tahunnya.

Pada musim panen kali ini, produksi padi petani bahkan mengalami surplus dibanding kebutuhan konsumsi masyarakat setempat. Kondisi tersebut membuat Bulog dapat menyerap hasil panen petani dalam jumlah besar untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Syaukani mengakui hasil panen petani di Kabupaten Lebak saat ini sangat menggembirakan. Menurutnya, surplus produksi padi menjadi indikator positif bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional.

"Panen padi petani Lebak saat ini sedang surplus. Ketersediaan beras untuk kebutuhan lokal sangat mencukupi, bahkan lebih hingga memasuki masa panen tahun 2027," kata Syaukani,Sabtu, 6 Juni 2206.

Ia menambahkan, kondisi tersebut memberikan rasa aman bagi masyarakat terkait ketersediaan bahan pangan pokok. Bulog juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok agar distribusi dapat berjalan secara optimal.

Selain sebagai cadangan pemerintah, beras yang tersimpan di gudang Bulog memiliki fungsi penting dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Sebagian stok beras tersebut digunakan untuk program bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Di sisi lain, Bulog juga menyalurkan beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Melalui program SPHP, beras dilepas ke pasar untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan dan menekan gejolak harga. "Stok beras yang ada di gudang Bulog Cabang Lebak-Pandeglang tidak hanya untuk bantuan pangan, tetapi juga kami salurkan ke masyarakat melalui program SPHP guna menjaga stabilitas harga," ucap Syaukani.

Bulog berharap sinergi dengan petani, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan untuk menjaga ketahanan pangan. Dengan stok mencapai 30 ribu ton dan produksi padi yang masih surplus, Bulog Cabang Lebak-Pandeglang memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman dan terkendali hingga tahun depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....