Pedagang Pasar Rau Keluhkan Sepinya Pembeli usai Direlokasi

  • 06 Agt 2026 14:19 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pedagang di Pasar Induk Rau Kota Serang mengeluhkan penurunan omset secara drastis setelah direlokasi. Sepinya pembeli membuat sebagian penjual harus merogoh kocek pribadi untuk menutupi modal harian.

Relokasi pedagang ke dalam gedung Pasar Rau belum membuahkan hasil manis bagi perputaran ekonomi warga. Pembeli yang enggan masuk ke area dalam membuat pendapatan harian pedagang menyusut tajam.

Seorang pedagang sayur-mayur, Taruli, mengaku kesulitan menutup modal belanja harian sejak menempati bagian dalam pasar. Kondisi sepi yang berlangsung hampir setiap hari memaksa pedagang menanggung kerugian.

"Tiap hari sepi, kecuali tanggal muda sampai tanggal lima saja. Dampaknya barang menumpuk dan belanja modal sering nombok," ucap Taruli.

Kondisi tersebut diperparah oleh enggan masuknya pembeli ke area dalam gedung karena akses parkir yang dinilai menyulitkan. Akibatnya, stok dagangan seperti sayur-mayur yang tidak terjual cepat berisiko membusuk dan menambah beban modal pedagang.

Hal serupa dirasakan pedagang ikan asin, Muli. Menurutnya, perbedaan harga dan tipisnya margin keuntungan di dalam pasar makin memperberat posisi pedagang, terlebih ketika pembeli lebih memilih bertransaksi di luar atau secara daring.

"Kalau di luar ambil untung masih lumayan, kalau di dalam sini tipis sekali. Penurunan omset terasa sekali, kadang modal juga tidak kembali," ucapnya

Sebagai pedagang ikan asin, Muli kini harus menanggung risiko ekstra karena barang dagangannya yang tak kunjung laku berpotensi mengalami penurunan kualitas akibat terlalu lama tersimpan di lapak. Kondisi pasar yang sepi memaksa dirinya memangkas keuntungan sekecil mungkin agar tetap ada pembeli yang singgah, meski hasilnya sering kali tak cukup untuk menutup biaya operasional harian.

Bahkan menurut Muli, setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis menjadi waktu paling sepi karena kunjungan pembeli berkurang. Untuk itu ia berharap ada upaya pengaturan atau kebijakan yang dilakukan oleh pengelola dan pemerintah untuk mengatur alur pembeli hingga ke lapak-lapak dagangan para penjual. (Cyesilia Tiara Manihuruk)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....