Pemkab Lebak Targetkan Dividen PT Lebak Niaga
- 26 Mei 2026 06:34 WIB
- Banten
RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lebak Niaga (Perseroda) mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui dividen usaha. Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menyusul mulai berjalannya operasional perusahaan daerah itu pada tahun 2026.
Menurut Halson, meski PT Lebak Niaga telah menjalankan aktivitas usaha, target dividen belum dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Ia mengatakan, pembahasan terkait target dividen baru akan dilakukan dalam penyusunan Rancangan APBD tahun 2027.
“Targetnya baru muncul di RAPBD tahun 2027 yang pembahasannya sekitar bulan September atau Oktober. Jadi tunggu saja ya,” kata Halson, Senin 25 Mei 2026.
Halson menjelaskan, Pemkab Lebak masih memberikan waktu kepada PT Lebak Niaga untuk memperkuat sistem usaha dan meningkatkan kinerja perusahaan. Menurutnya, BUMD tersebut masih berada pada tahap awal operasional sehingga belum dapat dibebani target pendapatan yang terlalu tinggi.
Meski demikian, Pemkab tetap optimistis perusahaan daerah itu dapat berkembang dan menjadi salah satu sumber PAD di masa mendatang. “Pemerintah daerah tentu berharap ada kontribusi nyata dari BUMD terhadap pendapatan daerah,” ujar Halson.
Ia menilai, sektor pertanian yang menjadi fokus usaha PT Lebak Niaga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Terlebih, Kabupaten Lebak merupakan salah satu daerah penghasil gabah dan komoditas pertanian di Provinsi Banten.
Direktur PT Lebak Niaga, Ilham Akbar, mengungkapkan operasional usaha baru berjalan efektif pada triwulan kedua tahun ini. Menurut Ilham, kondisi tersebut membuat perusahaan belum dapat maksimal dalam menjalankan program penyerapan gabah petani.
“Betul, kita memang belum masuk target karena efektif operasional baru dilakukan pada triwulan kedua,” kata Ilham.
Ia menjelaskan, PT Lebak Niaga saat ini fokus melakukan hilirisasi pertanian sekaligus menyerap hasil panen petani lokal. Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Salah satunya terkait pendataan kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang berpotensi menjadi mitra perusahaan. Ilham mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan dan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar program berjalan optimal.
"Untuk optimalisasi, secara roadmap memang sedang disusun dengan Bapperida,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemetaan Gapoktan menjadi langkah penting agar penyerapan gabah dapat dilakukan secara terukur. “Didata mana saja Gapoktan yang bisa kita serap. Serapan gabah ini tentu akan mempengaruhi pada besaran deviden,” ucap Ilham.
| Baca juga: Lebak Buka Peluang Investasi Bersama Jepang |
Menurutnya, semakin besar penyerapan gabah dari petani lokal, maka potensi keuntungan perusahaan juga akan meningkat. Hal itu nantinya akan berdampak terhadap besaran dividen yang dapat disetorkan kepada pemerintah daerah.
Ilham mengakui, pada tahun pertama operasional perusahaan belum bisa berharap banyak terhadap capaian usaha. Operasional PT Lebak Niaga baru dimulai setelah masa panen raya berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak.
“Kondisi itu membuat serapan gabah pada tahun pertama belum bisa maksimal,” katanya.
Meski demikian, PT Lebak Niaga tetap menargetkan adanya peningkatan kinerja secara bertahap melalui penguatan kemitraan dengan petani dan Gapoktan. Perusahaan daerah tersebut juga berupaya memperluas jaringan usaha agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus kontribusi terhadap PAD Kabupaten Lebak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....