BUMD Lebak Niaga Serap Ratusan Ribu Ton Gabah petani Lokal
- 20 Jun 2026 14:31 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lebak Niaga terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Lebak. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Lebak itu telah menyerap ratusan ribu ton gabah hasil panen petani setempat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan penyerapan gabah oleh BUMD Lebak Niaga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan daerah. Selama periode Januari hingga Juni 2026, produksi gabah pungut di Kabupaten Lebak mencapai 473.697 ton.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 189.478 ton gabah berhasil diserap oleh BUMD Lebak Niaga. Jumlah penyerapan itu setara dengan sekitar 40 persen dari total produksi gabah yang dihasilkan petani selama enam bulan pertama tahun ini.
Penyerapan gabah yang cukup besar tersebut mampu menjamin ketersediaan bahan pangan masyarakat Kabupaten Lebak. “Kita panen Januari hingga Juni 2026 mencapai 473.697 ton gabah pungut dan terserap BUMD Lebak Niaga 189.478 ton atau 40 persen,” kata Rahmat Yuniar di Rangkasbitung, Jumat 19 Juni 2026.
Kebijakan penyerapan gabah oleh BUMD tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi para petani. Saat ini harga pembelian gabah pungut yang ditetapkan mencapai Rp6.500 per kilogram.
Dengan harga tersebut, petani memperoleh pendapatan yang cukup baik dari hasil panen mereka. Rata-rata produktivitas lahan padi di Kabupaten Lebak mencapai enam ton gabah pungut per hektare.
Jika seluruh hasil panen dijual dengan harga Rp6.500 per kilogram, maka petani dapat memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp39 juta per hektare. Namun demikian, pendapatan tersebut masih harus dikurangi biaya produksi dan upah tenaga kerja.
Biaya produksi dan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta per hektare dalam satu musim tanam. “Dari pendapatan Rp39 juta itu dipotong biaya produksi dan upah tenaga Rp10 juta per hektare maka petani bisa meraup keuntungan sekitar Rp19 juta,” ujar Rahmat.
Keuntungan tersebut menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Selain menyerap gabah petani, BUMD Lebak Niaga juga mengolah hasil panen menjadi beras lokal yang kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah.
Produksi beras lokal tersebut dipasok ke sejumlah pasar tradisional maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Keberadaan perusahaan daerah itu dinilai mampu menciptakan rantai distribusi pangan yang lebih baik dan menguntungkan petani.
Rahmat optimistis sektor pertanian pangan di Kabupaten Lebak akan terus berkembang seiring meningkatnya kapasitas penyerapan hasil panen. “Kami meyakini dengan penyerapan gabah yang terus meningkat, sektor pertanian akan menjadi andalan ekonomi keluarga petani di masa mendatang,” katanya.
Petani asal Kecamatan Cibadak, Ahmad, mengaku merasakan langsung manfaat dari program penyerapan gabah yang dilakukan BUMD Lebak Niaga. Pada awal Juni 2026, hasil panennya sebanyak enam ton gabah berhasil ditampung oleh perusahaan daerah tersebut dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
“Kami beruntung panen bisa menghasilkan pendapatan Rp39 juta setelah diserap perusahaan milik pemerintah daerah. Harga yang diterima juga cukup baik bagi petani,” ujar Ahmad.
Keberadaan BUMD Lebak Niaga memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga mereka tidak lagi khawatir kesulitan menjual hasil panen. Hal senada disampaikan Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Tambakbaya, Ruhiana.
Ia mengatakan petani kini merasa lebih tenang karena hasil panen mereka memiliki pasar yang jelas dan tidak sepenuhnya bergantung kepada tengkulak. “Sekarang hasil panen bisa ditampung oleh BUMD Lebak Niaga dan juga Perum Bulog. Petani menjadi lebih tenang karena harga relatif baik dan pendapatan lebih terjamin,” kata Ruhiana.
Untuk mendukung program swasembada pangan, kelompok tani di Kabupaten Lebak juga terus berupaya meningkatkan indeks pertanaman dari 2,5 kali menjadi tiga kali musim tanam dalam setahun. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....