Santripreneur Banten Didorong Masuk Agenda Nasional

  • 14 Feb 2026 20:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, SERANG – Gerakan kewirausahaan pesantren dari Banten resmi didorong masuk agenda nasional. Dalam forum Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia, Ikatan Alumni UIN Jakarta Wilayah Banten bersama unsur daerah memandatkan Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren), Marsudi Syuhud, untuk menyerahkan dokumen asli dan poin-poin strategis program tersebut langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Mandat tersebut menjadi keputusan utama forum sebagai langkah strategis agar penguatan kewirausahaan santri berbasis pesantren memperoleh dukungan kebijakan di tingkat nasional. Forum menilai penguatan lintas kementerian diperlukan agar implementasi program berjalan terstruktur dan berkelanjutan.

Ketua Ikatan Alumni UIN Jakarta Wilayah Banten, Agus Syabarrudin, menegaskan pesantren memiliki potensi besar sebagai basis pertumbuhan ekonomi rakyat. Ia menyebut Santripreneur Care bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan membangun mental leaderpreneur dan kemandirian finansial santri.

“Santripreneur Care bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan membangun mental leaderpreneur dan kemandirian finansial santri. Karena itu, dokumen strategis ini perlu sampai langsung kepada Presiden RI agar mendapat penguatan lintas kementerian,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada RRI, Sabtu, 14 Februari 2026.

Marsudi Syuhud menyatakan kesiapan membawa mandat tersebut ke tingkat nasional. Ia menekankan kemajuan negara sangat ditentukan oleh jumlah entrepreneur yang dimiliki.

“Negara maju adalah negara yang entrepreneurnya besar dan Indonesia masih tertinggal dalam rasio entrepreneur. Santri harus berani memulai, dari tiada menjadi ada,” katanya.

Ia menjelaskan sejak 1998 Indonesia memiliki sekitar 42 ribu pesantren dan hampir seluruhnya memiliki koperasi. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi besar apabila terintegrasi melalui struktur koperasi dari tingkat wilayah hingga nasional.

Inkopontren menargetkan pelatihan kewirausahaan bagi 1.000 pesantren dengan 20 ribu santri pada tahap awal. Program itu akan dilanjutkan dengan inkubasi serta pembangunan infrastruktur ekonomi pesantren untuk memperkuat ekosistem usaha berbasis koperasi.

Program ini juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Banten. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan sumber daya manusia santri lewat beasiswa dan program pengembangan kewirausahaan.

Dengan mandat resmi tersebut, Banten menegaskan perannya sebagai inisiator gerakan santripreneur. Gerakan ini diarahkan menjadi bagian dari arsitektur pembangunan ekonomi nasional berbasis pesantren.

Rekomendasi Berita