Kadin Banten Kembangkan Sentra Melon Premium di Lebak

  • 03 Mei 2026 22:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Petani binaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berhasil mengembangkan lahan seluas empat hektar di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, menjadi sentra melon premium terbesar di Provinsi Banten. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pertanian modern berbasis kualitas dan pasar.

Dalam waktu dekat, kebun melon yang dikelola oleh Garda Tani Margawana Mulya tersebut akan memasuki masa panen perdana.

Diperkirakan sebanyak 30 ton melon premium siap dipanen dan dipasarkan ke berbagai supermarket di wilayah Jakarta dan Tangerang.

Panen perdana dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026. Momen ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian di Lebak yang mulai bertransformasi menuju sistem pertanian modern dengan nilai ekonomi tinggi.

Dengan populasi mencapai 30 ribu tanaman, kebun ini mampu menghasilkan melon berkualitas premium. Tingkat kemanisan buah mencapai 12 brix, yang menjadi salah satu indikator utama kualitas melon di pasar modern.

Wakil Ketua I Kadin Banten Bidang Organisasi dan Tatalaksana, Agus R Wisas, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan tersebut. Capaian ini tidak lepas dari kerja keras petani serta pendampingan yang berkelanjutan.

“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lebak, khususnya petani di Kecamatan Cileles. Mereka mampu membuktikan bahwa dengan metode yang tepat, hasil pertanian bisa bersaing di pasar modern,” ujar Agus, Minggu, 3 Mei 2026.

Menurut Agus, tanaman melon tersebut dipanen setelah memasuki usia tanam sekitar 65 hari. Dalam satu siklus tanam, produktivitas kebun cukup tinggi dengan hasil yang konsisten.

“Dari total 30 ribu tanaman, setiap pohon diproyeksikan menghasilkan dua buah melon dengan bobot rata-rata 1,5 hingga 1,8 kilogram,” katanya.

Ia menambahkan melon premium dari kebun tersebut memang dipersiapkan khusus untuk menyasar pasar ritel modern. Oleh karena itu, standar kualitas menjadi prioritas utama dalam proses budidaya.

“Kami sangat memperhatikan kualitas, mulai dari tingkat kemanisan hingga kondisi fisik buah yang harus mulus tanpa cacat. Ini penting agar bisa masuk ke supermarket besar,” ucap Agus.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, turut mengapresiasi keberhasilan para petani binaan Kadin tersebut. Ia menilai pengembangan ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di daerahnya.

“Keberadaan kebun melon premium ini membuktikan bahwa pertanian di Lebak memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sektor modern dengan nilai ekonomi tinggi,” kata Rahmat.

Menurutnya, inovasi dan kolaborasi antara petani dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan daya saing produk pertanian lokal. Dengan target hasil panen mencapai 30 ton dan pasar yang mulai terbentuk di kota-kota besar, Kebun Garda Tani Margawana Mulya diproyeksikan menjadi salah satu sentra melon premium unggulan di Banten.

Ke depan, pengembangan serupa diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....