Cuaca Pengaruhi Harga Komoditas Pertanian di Rangkasbitung

  • 09 Des 2025 06:29 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Harga sejumlah komoditas pertanian di Pasar Rangkasbitung mengalami fluktuasi berdasarkan data resmi yang dirilis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Beberapa komoditas tercatat stabil, namun sejumlah lainnya mengalami kenaikan dan penurunan harga yang cukup signifikan.

Untuk komoditas beras, harga masih terpantau stabil. Beras kualitas I dijual seharga Rp13.300 per kilogram, sementara beras kualitas II berada pada harga Rp12.800 per kilogram. Stabilnya harga beras menunjukkan pasokan yang relatif aman di pasar lokal. Komoditas jagung pipil juga tercatat tidak mengalami perubahan harga, yakni tetap di angka Rp10.000 per kilogram.

Kondisi ini mengindikasikan distribusi jagung dari petani ke pasar berjalan normal tanpa hambatan logistik. Berbeda dengan komoditas tersebut, harga kedelai masih bertahan di angka Rp12.000 per kilogram. Kedelai menjadi salah satu komoditas yang harganya cukup dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dari luar daerah, sehingga stabilitas harga ini menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha tempe dan tahu.

Sementara itu, harga bawang merah mengalami kenaikan sebesar Rp2.500 sehingga menjadi Rp45.000 per kilogram. Lonjakan harga bawang merah ini diperkirakan dipengaruhi oleh pasokan yang menurun dari sentra produksi di luar daerah akibat cuaca ekstrem. Sebaliknya, bawang putih justru mengalami penurunan harga sebesar Rp1.000. Saat ini, bawang putih dijual seharga Rp35.000 per kilogram.

Penurunan harga ini memberi sedikit ruang bagi konsumen rumah tangga di tengah fluktuasi komoditas lainnya. Pada kelompok cabai, fluktuasi lebih terasa. Cabai keriting turun Rp1.500 menjadi Rp62.500 per kilogram, sementara cabai merah mengalami kenaikan cukup besar, yakni Rp5.000, sehingga kini dijual Rp75.000 per kilogram. Kenaikan ini diduga karena menurunnya suplai dari petani lokal yang belum memasuki masa panen.

Cabai rawit hijau mengalami kenaikan drastis hingga Rp22.000, dan kini dibanderol Rp64.000 per kilogram. Kenaikan signifikan ini terjadi karena tingginya permintaan pasar, sementara pasokan dari petani belum sepenuhnya stabil. Cabai rawit orange turut mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni naik Rp32.500 sehingga mencapai harga Rp85.000 per kilogram.

Kenaikan ini menjadi perhatian khusus karena rawit orange termasuk komoditas yang paling banyak digunakan rumah tangga dan pedagang kuliner. Di sisi lain, harga gula pasir tercatat stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Stabilnya harga gula memberikan keseimbangan bagi konsumen di tengah naik turunnya harga komoditas lainnya.

Minyak goreng juga mengalami sedikit kenaikan sebesar Rp500 sehingga harga jualnya menjadi Rp16.500 per liter. Meski kenaikannya tidak terlalu signifikan, perubahan harga minyak goreng tetap menjadi perhatian karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyampaikan pihaknya terus memantau dinamika harga komoditas di pasar. “Fluktuasi harga merupakan hal yang wajar, terutama saat memasuki musim hujan. Yang terpenting, kami memastikan pasokan dari petani tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan di pasar,” ujarnya di Rangkasbitung, Senin (8/12/2025).

Rahmat Yuniar menambahkan pemerintah daerah terus berkolaborasi dengan petani, distributor, serta dinas terkait untuk menjaga stabilitas harga. “Kami berkomitmen menjaga ketersediaan pangan dan memberikan informasi harga yang transparan agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....