Pedagang Beras di Rangkasbitung Keluhkan kenaikan Harga

  • 23 Jul 2025 17:53 WIB
  •  Banten

KBRN,Lebak: Sejumlah pedagang beras di Rangkasbitung mengeluhkan kenaikan harga beras yang terus terjadi dalam dua bulan terakhir. Kenaikan ini dinilai cukup memberatkan baik bagi pedagang maupun konsumen, karena berimbas langsung terhadap daya beli masyarakat.

Salah seorang pedagang beras di Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung, Yayak menyebutkan harga beras naik sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per karung ukuran 20–25 kg. Ia mengatakan, kenaikan ini membuat minat beli masyarakat menurun.

"Sudah dua bulan terakhir harga beras naik, sekitar sepuluh sampai dua puluh ribu per karung. Otomatis pembeli jadi berkurang karena merasa berat dengan harga sekarang," ujar Yayak, Rabu (23/7/2025).

Ia juga menjelaskan faktor utama kenaikan harga ini adalah karena musim panen telah berakhir, sementara sebagian besar petani saat ini sedang memasuki masa tanam.

Hal senada juga disampaikan Lisa, pedagang beras di kawasan Blok M Rangkasbitung. Ia mengatakan bahwa hampir semua beras yang dibeli langsung dari penggilingan mengalami kenaikan harga.

Menurutnya, setiap penggilingan memiliki tarif berbeda tergantung jenis beras dan daerah asal. "Beras dari penggilingan semuanya naik. Kami sebagai pedagang grosir hanya menyesuaikan dengan harga yang ada. Memang banyak yang mengeluh, tapi juga banyak yang maklum karena kenaikannya merata di semua pedagang," ujar Lisa.

Lisa menambahkan, beras yang dijual di toko-toko Rangkasbitung tidak hanya berasal dari petani lokal, tetapi juga didatangkan dari berbagai daerah seperti Pandeglang, Serang, Karawang, hingga Jawa Tengah. Kondisi ini membuat para pedagang berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga beras agar daya beli masyarakat kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....