Gerakan Kolektif Tanam 1.000 Bibit Bambu di Cibaliung-Cibitung

  • 05 Agt 2024 10:57 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Ekosistem Boeatan Tjibalioeng kembali menginisiasi lokakarya bambu. Kali ini dengan melakukan penanaman 1.000 bibit bambu yang disebar di lima titik. Lokasi penanaman bibit bambu itu difokuskan di area sekitar bibir sungai dan eks tambang yang ada di Kecamatan Cibaliung dan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.

Titik penanaman bambu itu terletak di Gunung Cabe Desa Mendung, Sungai Cinibung Desa Sukajadi, Sungai Nyi Jompong Desa Cibaliung, Gunung Batu Desa Cibaliung, dan di Kampung Sukapura Desa Malangnengah.

Baca juga: Lembaga Kebudayaan di Pandeglang Cetak 10 Perajin Alat Musik Bambu

Lokakarya ini dilakukan secara kolektif, besama Aparatur Desa, Pemerintah Kecamatan Cibaliung, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cibaliung, gapoktan dan juga masyarakat sekitar. Ada sekitar 30 peserta dari latar belakang dan 5 narasumber yang dilakukan selama 5 hari, 27-31 Juli 2024.

Menurut Ketua Lembaga Ekosistem Boeatan Tjibalioeng, Rizal Mahfud, selain melestarikan habitat bambu, kegiatan konservasi ini juga bertujuan untuk memperkuat kesadaran untuk menjaga lingkungan dan ekosistem alam di kalangan masyarakat Cibaliung.

“Setiap titik dipilih dengan cermat untuk memastikan bahwa penanaman bambu dapat memberikan manfaat maksimal dalam menjaga ekosistem serta mendukung keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya, Minggu (4/8/2024).

Baca juga: Lokakarya Musik Bambu Boeatan Tjibalioeng Hasilkan Lima Lagu

Peserta lokakarya dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan dipandu oleh ahli dalam praktik penanaman bambu yang efektif. Mereka tidak hanya belajar teknik-teknik yang tepat dalam menanam bambu, tetapi juga diajak untuk memahami peran penting bambu dalam menjaga kualitas tanah, air, serta keanekaragaman hayati lokal.

“Kami berharap dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan sekitar. Bambu yang kami tanam dapat tumbuh sehat dan dapat menjadi media kreatifitas di masa mendatang,” ucap dia.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian Cibaliung, Anah menyambut baik kegiatan tersebit. Dia menilai, pergerakan ini merupakan inisiatif yang keren dari para pemuda yang konsen di bidang kebudayaan.

Baca juga: Lokakarya Kuliner Bambu Boeatan Tjibalioeng Hasilkan 10 Menu Autentik

“Meski di Cibaliung sendiri rumput raksasa atau bambu ini tak lazim ditanam, manfaatnya sangat luar biasa. Kita tak bisa lepas dari bambu sebagai kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek praktis penanaman, tetapi juga menyediakan platform bagi peserta untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman tentang upaya-upaya konservasi alam. Komunitas Ekosistem Boeatan Tjibalioeng berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan secara berkala, untuk terus membangun kesadaran serta aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....