Usaha Pertanian di Pandeglang Turun 5,86 Persen

  • 12 Des 2023 12:03 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Usaha pertanian di Kabupaten Pandeglang menurun sebesar 5,86 persen dibanding 10 tahun lalu, yaitu menjadi 142.716 unit. Penurunan usaha pertanian itu merupakan hasil Sensus Pertanian (ST) 2023 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Usaha pertanian di Kabupaten Pandeglang mencakup tiga jenis unit usaha yang berperan penting dalam ketersediaan dan ketahanan pangan. Ketiga jenis usaha pertanian tersebut adalah Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL).

Baca juga:

BPS: Sensus Pertanian Penting untuk Hadapi Krisis Pangan

“Sinergi antara ketiga jenis unit usaha ini menjadi kunci dalam penyediaan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” kata Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto dalam buklet hasil Pencacahan lengkap Sensus pertanian 2023 yang diakses RRI, Selasa (12/12/2023).

Dia menerangkan, jenis usaha pertanian di Kabupaten Pandeglang didominasi oleh UTP, yaitu sebesar 99,98 persen dari total usaha pertanian. UTP hasil ST2023 menunjukkan penurunan sebesar 5,86 persen jika dibandingkan dengan kondisi UTP hasil ST2013, yaitu dari 151.599 unit menjadi 142.716 unit.

Baca juga:

Sensus Pertanian di Pandeglang Dimulai Bulan Depan

Menurut BPS, UTP adalah unit usaha pertanian yang dikelola oleh satu orang yang memiliki tanggung jawab teknis, yuridis, dan ekonomis untuk unit pertanian tersebut. Orang tersebut dapat melakukan semua tanggung jawab secara langsung, atau mendelegasikan yang terkait.

“Berdasarkan hasil ST2023, Kecamatan Cikeusik, Cimanggu dan Panimbang merupakan kecamatan dengan jumlah UTP paling banyak. Kecamatan Cikeusik terdapat 10.346 unit, sementara pada Kecamatan Cimanggu terdapat 8.662 unit, dan Kecamatan Panimbang terdapat 8.028 unit,” ucap dia.

Baca juga:

Libatkan 965 Petugas, Sensus Pertanian di Pandeglang Sasar 307.254 Rumah Tangga

ST2023 mencakup tujuh subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian. Subsektor yang paling banyak diusahakan oleh UTP pada ST2023 adalah tanaman pangan sebesar 103.170 unit, hortikultura sebesar 49.551 unit, dan perkebunan sebesar 45.828 unit.

Jika ditinjau menurut kelompok umur, petani di Pandeglang didominasi oleh petani berusia di atas 45 tahun, sebesar 29,34 persen dari total pengelola usaha pertanian atau sebesar 41.872 jiwa. Sementara persentase petani muda berusia kurang dari 25 tahun hanya 0,56 persen atau hanya 799 jiwa.

Baca juga:

Progres Capai 53 Persen, Bendung Cimoyan Bakal Perkuat Pertanian Pandeglang

Apabila dilihat menurut gender, pengelola usaha pertanian perorangan (UTP) didominasi oleh pengelola dengan jenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 90,08 persen atau sekitar 128.558 jiwa, sedangkan sisanya 9,92 persen atau sekitar 14.157 jiwa adalah perempuan.

"Tantangan pertanian Indonesia saat ini memang berkaitan dengan regenerasi petani, yaitu upaya untuk memperbarui dan memperkuat sektor pertanian dengan melibatkan generasi muda dalam praktik-praktik pertanian,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....