28 Rumah Tak Layak Huni di Labuan Mulai Direnovasi
- 15 Agt 2023 18:56 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Sebanyak 28 rumah tidak layak huni milik warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang dibangun melalui dana Corpoorate Social Responsibillty (CSR) PT. Sarana Multygria Finansial (SMF) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggaran yang digulirkan untuk program pembangunan RTLH ini kurang lebih sebesar Rp1,285 miliar. 28 unit rumah yang dibangun itu meliputi pembangunan baru sebanyak 11 unit, rehab berat 12 unit, dan rehab ringan 5 unit.
Baca juga:
28 Rumah di Teluk Labuan Akan Direnovasi, Anggarannya Capai Rp1,2 Miliar
Direktur PT. SMF, Hananta Wiyago mengatakan, SMF sudah membangun 340 unit rumah program RTLH di beberapa darerah yang sifatnya hibah.
"Tugas kami adalah pembiayaan agar masyarakat mendapatkan hunian yang layak. Tiga bulan kedepan kami akan ke sini lagi untuk melihat hasilnya," ujarnya.
Hananta berharap, jika rumah ini sudah dibangun, harus dipakai untuk hunian keluarga, jangan sampai disewakan atau dijual.
Baca juga:
700 Rumah "Reot" di Kota Tangerang Direnovasi Tahun Ini
"SMF hadir untuk masyarakat, dana bantuan ini berasal dari iuran pajak seluruh masyarakat indonesia. Semoga pembangunan rumah ini selesai tepat waktu dan sesuai kualitas yang telah ditetapkan, jika ini selesai kita akan fokus menangani yang lainnya," ujarnya.
Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, bantuan PT. SMF membantu masyarakat Kabupaten Pandeglang.
"Kami terus benahi rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni, sekarng Alhamdulillah mendapat dukungan dari PT. SMF," ucap bupati.
Baca juga:
DPD REI Banten Target Bangun 1000 Rumah
Irna mengakui ada beberapa daerah yang masih masuk daerah kumuh. Kendati demikian, Pemerintah Daerah terus melakukan pembenahan agar daerah tersebut menjadi daerah tanpa kumuh dengan program rumah layak huni.
"Bantuan rumah layak huni ini akan terus bergulir tiap tahun bagi masyarakat yang layak mendapatkan, khususnya para Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....