Perbaikan RTLH Kementerian di Kelurahan Unyur Capai 70 Persen

  • 11 Des 2025 11:07 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Pengerjaan program rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kementerian di RT 01 RW 06 Link. Kalimiring, Kelurahan Unyur, Kota Serang terus berjalan. Dari total 19 penerima bantuan, sekitar 60 hingga 70 persen sudah rampung. Satu rumah baru mencapai 40 persen karena pemiliknya sempat sakit sehingga proses pembangunan tertunda.

Lurah Unyur, Nana Heryatna, menuturkan sebagian besar kerusakan rumah warga dipengaruhi cuaca dan kondisi ekonomi yang belum pulih dalam beberapa tahun terakhir. “Umumnya dari 19 rumah ini karena faktor alam. Sebagian warga juga memang belum punya dana cukup untuk memperbaiki rumahnya. Dengan kondisi ekonomi yang baru menggeliat, stimulus bantuan ini sangat membantu mereka memulai perbaikan,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Untuk tahun 2026, kelurahan telah mengajukan 40 rumah ke Kementerian Perumahan Rakyat dan 20 rumah ke Dinas Sosial. Nana menyebut peluang dukungan dari Baznas juga terus diupayakan.

Ia menekankan masih banyak permukiman di Unyur yang berada dalam kategori perkampungan dan membutuhkan penanganan serius. “Ada 10 RW yang karakter wilayahnya perkampungan. Masih banyak rumah yang tidak layak huni, bahkan ada yang belum punya kamar mandi. Ini yang terus kami pikirkan bagaimana bisa menjadi layak huni,” kata dia.

Salah satu warga yang menerima bantuan, Solahudin menjelaskan progres rumahnya sekitar 65 persen. Ia tinggal bersama istri, mertua, dan seorang anak di rumah berukuran 7x5 meter. Kondisi bangunan sebelumnya rapuh, menggunakan bata lama tanpa besi, serta struktur bambu yang sudah tidak kuat.

Proses pengajuan bantuan ia lakukan melalui ketua RT hingga kelurahan. Sebagian pekerjaan ia kerjakan sendiri meski masih terkendala dana tambahan keluarga. “Alhamdulillah dibantu. Sebagiannya saya kerjakan sendiri, tapi memang ada kekurangan dari saya. Yang penting sekarang sudah jauh lebih baik dan lebih aman,” ucapnya.

Alokasi Rp20 juta untuk tiap unit RTLH di RW 06 Kalimiring difokuskan pada pekerjaan yang bersifat mendesak, terutama penguatan struktur bangunan. Dana tersebut digunakan untuk mengganti rangka atap yang rusak, menambah pondasi agar rumah lebih kokoh, serta membeli material utama seperti semen, besi, dan kayu. Selain dukungan pemerintah, warga dilibatkan dalam gotong-royong untuk meringankan biaya pembangunan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....