BBPVP Perkuat SDM Maritim Lewat Program Underwater Welding

  • 24 Nov 2025 10:08 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang mulai menjalankan pelatihan las bawah air atau underwater welding guna menjawab kebutuhan tenaga maritim yang terus meningkat terutama pada pekerjaan perawatan infrastruktur pelabuhan, dermaga, dan instalasi air.

Kepala BBPVP Serang, Ady Nugroho menjelaskan, pentingnya menyiapkan tenaga lokal yang mampu menangani pekerjaan teknis bawah permukaan air. “Perawatan dermaga, bendungan, sungai, sampai instalasi pelabuhan harus ditangani tenaga kita sendiri. Jangan sampai peluang ini diambil pekerja asing,” ujar Ady kepada RRI, Senin (24/11/2025).

Baca juga: Perluas Peran UMKM, BBPVP Siapkan Pelatihan Konten Digital

Ady menjelaskan, pelatihan underwater welding sudah siap dengan fasilitas showcase yang berfungsi penuh. Program ini terhubung dengan kebutuhan nasional seperti rencana pembangunan Giant Sea Wall, penguatan sumber daya air, serta infrastruktur maritim lain yang membutuhkan tenaga selam teknis. Menurutnya, pelatihan las bawah air di Indonesia masih langka dan Serang menjadi salah satu lokasi yang mampu menyediakannya secara lengkap.

Untuk memperkuat program ini, BBPVP telah menjalin kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut. Bahkan Ady menyebut, Panglima Koarmada membuka akses fasilitas penyelaman di Surabaya dan Jakarta, termasuk dukungan instruktur untuk operasi komunikasi diver dan pengawasan di bawah permukaan.

Baca juga: Pemkab Serang dan UPI Berkolaborasi Kembangkan Potensi Maritim

“Mereka siap bantu penuh. Instruktur bisa dari kami atau dari mereka. Yang penting SOP dipatuhi karena risiko cukup tinggi,” kata Ady.

Selain pekerjaan las, operator underwater juga dibekali kemampuan drilling, grinding, cutting, hingga scrubbing bagian bawah kapal. “Waduk, pelabuhan, dan kapal selalu butuh inspeksi bawah air. Tidak mungkin aktivitas itu berhenti. Indonesia negara maritim, jadi kebutuhan tenaga ini akan terus ada,” kata Ady.

Baca juga: Disnaker Lebak Perkuat Pelatihan Calon PMI

Ia menegaskan urgensi mempercepat pelatihan tenaga lokal agar Indonesia tidak menjadi penonton di sektor penting ini. “Keluhan pekerja kita selalu sama: pekerjaan underwater banyak diambil orang luar. Padahal kita bisa melatih sendiri. Kita harus mulai sekarang,” ujarnya.

Oleh karenanya, Ady berharap program ini mulai berlaku efektif pada tahun depan. Adapun kapasitas pelatihan yang bisa ditampung berkisar 16–20 peserta per bulan, dan dapat diperluas hingga 200 peserta per tahun jika seluruh fasilitas Angkatan Laut terlibat. "Durasi pelatihan berkisar dua bulan untuk underwater welding dan satu bulan untuk kompetensi las darat," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....