Disnaker Lebak Perkuat Pelatihan Calon PMI

  • 20 Nov 2025 18:26 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus mengoptimalkan pelatihan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) demi meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan profesionalisme tenaga kerja yang akan berangkat ke luar negeri. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan para calon PMI siap menghadapi kebutuhan dunia kerja global.

Pelatihan dilaksanakan selama 30 hari di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) milik pemerintah daerah. Program intensif tersebut dirancang untuk membekali para calon PMI dengan kemampuan teknis dan nonteknis sesuai standar negara tujuan.

Pelaksana Tugas Kepala Disnaker Lebak, Rully Charuliyanto, menjelaskan pelatihan mencakup berbagai aspek penting. “Semua calon tenaga migran di sini mengikuti pelatihan selama 30 hari di UPTD BLK. Kami ingin mereka benar-benar siap dan berdaya saing,” ujarnya di Rangkasbitung, Kamis (20/11/2025).

Materi pelatihan menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja, meliputi keterampilan tata kelola kerja dan penguasaan bahasa asing. Adaptasi budaya serta etika kerja juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Rully menegaskan bahwa pelatihan dilakukan bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan keterampilan (LPK) profesional. “Kami melibatkan LPK yang berpengalaman agar setiap peserta benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar negara tujuan,” katanya.

Para calon PMI asal Lebak mayoritas bekerja di negara seperti Arab Saudi, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, Turki, Hongkong, Brunei, Kuwait, Korea Selatan, Qatar, hingga Bulgaria. Mereka ditempatkan di sektor formal yang beragam. Jenis pekerjaan yang dituju antara lain perawat bayi dan lansia, tenaga perawat rumah sakit, teknisi salon aksesoris kendaraan, penjaga toko, pekerja pabrik, mekanik perbengkelan, serta petugas pengamanan atau security. Sebagian besar peserta berpendidikan dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi.

“Kami meyakini pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi keterampilan, sehingga mereka dapat bekerja secara profesional dan memenuhi ekspektasi negara penempatan,” ucap Rully.

Ia juga menjelaskan sebelum keberangkatan, peserta telah memiliki sertifikasi kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan. Selain itu, mereka wajib menguasai bahasa asing negara yang akan didatangi. “Kami minta semua tenaga pekerja ke luar negeri memiliki kemampuan bahasa, kompetensi, dan sertifikasi yang dipersyaratkan. Ini penting agar mereka aman dan sukses bekerja,” katanya menegaskan.

Salah seorang peserta, Jubaedah (30), warga Sajira, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut. “Saya senang bisa mengikuti pelatihan sebelum berangkat ke Hongkong. Di sini saya belajar bahasa Mandarin, tata laksana kerja, dan banyak keterampilan lainnya,” katanya.

Ia menambahkan keinginannya bekerja ke luar negeri didorong oleh tanggung jawab keluarga. “Kami termotivasi bekerja ke luar negeri untuk mengubah ekonomi keluarga juga membiayai orang tua,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan yang komprehensif ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap para calon PMI memiliki kesiapan optimal serta mampu menjadi tenaga kerja yang profesional, aman, dan berdaya saing di negara tujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....