Pelindo Banten Tanam 2.250 Bibit Terumbu Karang di Pulau Merak Besar

  • 18 Jul 2026 10:34 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • PT Pelindo Regional 2 Banten memperluas program konservasi terumbu karang ke Pulau Merak Besar.
  • Pulau Merak Besar di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, dipilih sebagai lokasi penanaman ribuan bibit karang baru dalam program konservasi terbaru.
  • Konservasi ini dilaksanakan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan melibatkan LAZ Harfa Banten dan FPTK Banten.

RRI.CO.ID, Cilegon – Sukses memulihkan ekosistem laut di Pulau Badul pada 2024 lalu, PT Pelindo Regional 2 Banten kini memperluas program konservasi terumbu karangnya. Kali ini, Pulau Merak Besar di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, dipilih menjadi lokasi penanaman ribuan bibit karang baru.

Program yang dikemas lewat skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diluncurkan pada Kamis, 16 Juli 2026, dengan menggandeng LAZ Harfa Banten dan Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten.

Manager Keuangan & SDM PT Pelindo, Donny Heryawan Setyaputra menyebut, aksi nyata ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memulihkan ekosistem bawah laut Banten yang mulai rusak.

"Tahun 2024 lalu di Pulau Badul, Pandeglang, kami menanam 350 rak atau sekitar 3.500 bibit karang. Tahun ini, giliran Pulau Merak Besar di Cilegon yang kami pasang 225 rak dengan sekitar 2.250 bibit karang," kata Donny.

Langkah Pelindo ini mendapat apresiasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten. Perwakilan Bidang Pengelolaan Sumber Daya Laut Pesisir dan Pulau Kecil DKP Banten, Risnawati menegaskan, merawat laut bukan cuma tugas pemerintah.

"Upaya melestarikan terumbu karang ini tanggung jawab bersama. Apa yang dilakukan pihak swasta dan organisasi masyarakat di sini adalah wujud nyata kepedulian pada lingkungan laut kita," kata Risnawati.

Sementara Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna, blak-blakan menyentil minimnya kepedulian publik terhadap ekosistem bawah laut. Selama ini, gerakan lingkungan lebih populer di darat lewat reboisasi, atau di pesisir dengan menanam mangrove.

"Terumbu karang yang posisinya di bawah laut justru jarang dilirik, padahal ancaman kematiannya terjadi setiap hari. Karena itu, kami terus bergerak mengadvokasi banyak pihak agar ikut peduli," ucap Nurwarta.

Tak cuma urusan menanam bibit karang ke laut, FPTK Banten juga menyiapkan program edukasi jangka panjang. Mereka bakal menggelar program Coral Reefs goes to School (CRgtS) ke sejumlah sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA di Kota Cilegon, agar generasi muda lebih melek terhadap pentingnya menjaga biota laut.

“Insya Allah, di Kota Cilegon ini ada sejumlah sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang akan dikunjungi program CRgtS,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....