Dindikbud Kota Serang Gerakkan Siswa Peduli Lingkungan
- 10 Okt 2025 10:23 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Dinas Pendidikan Kota Serang memulai gerakkan program Jumat Bersih yang akan melibatkan 100 ribu siswa dan 3 ribu guru dari seluruh satuan pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan konsep Kota Serang Cerdas, Berbudi, dan Peduli melalui aksi nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Gerakan perdana dimulai di SDN 1 Sempu, Jumat (10/10). Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Ahmad Nuri, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama para guru, siswa, dan warga sekitar. Mereka membersihkan area sekolah dan gang-gang di sekitarnya sebagai simbol awal gerakan kebersihan massal di dunia pendidikan. “Sekolah ini milik bersama. Kalau lingkungan bersih, sekolah ikut bersih. Tapi kalau lingkungan kotor, dampaknya bisa ke sekolah. Karena itu, kami ajak seluruh pelajar dan guru turun langsung untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” kata Ahmad Nuri, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka belajar dan tinggal.
“Anak-anak perlu dididik sejak dini untuk peka terhadap lingkungannya. Kalau mereka terbiasa menjaga kebersihan, mereka akan tumbuh jadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab,” kata dia.
Program Jumat Bersih akan dilaksanakan serentak di seluruh sekolah Kota Serang setiap pekan. Dinas Pendidikan menargetkan 221 SD dan puluhan SMP ikut bergerak serentak di tiap kecamatan. Untuk memperluas dampak kegiatan, Dinas Pendidikan akan menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan para lurah setempat. Langkah ini dilakukan agar kegiatan kebersihan dapat dikelola secara terpadu, mulai dari pengangkutan sampah hingga pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Kami akan berkoordinasi dengan DLH dan lurah-lurah agar kegiatan ini berkelanjutan. DLH membantu penanganan sampahnya, sementara kelurahan menggerakkan masyarakatnya. Jadi, sekolah dan warga bisa bergerak bersama menjaga kebersihan,” katanya.
“Kalau satu siswa saja bisa mengurangi 10 kilogram sampah dalam sehari, bisa dibayangkan berapa banyak sampah yang berkurang setiap pekan. Tapi yang lebih penting, anak-anak belajar peduli. Orang pintar belum tentu peduli, tapi orang peduli pasti bermanfaat,” ucapnya.
Ahmad Nuri berharap Jumat Bersih akan menjadi bagian dari pembelajaran karakter di sekolah. Dinas Pendidikan akan terus mendorong agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya bersama di lingkungan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....