Banten Masih Kekurangan Guru Bahasa Isyarat

  • 22 Sep 2025 10:20 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Keterbatasan jumlah guru bahasa isyarat di Banten masih menjadi tantangan besar dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak-anak Tunarungu. Hal ini disampaikan oleh pengajar dan juru bahasa isyarat SKH Negeri 01 Kota Serang, Maria Kristiana Isnawari Dwi Widiastuti, dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Banten, Senin (22/9/2025).

Menurutnya, guru bahasa isyarat sangat dibutuhkan agar anak Tunarungu mendapatkan hak pendidikan secara layak. “Kami butuh lebih banyak tenaga yang bisa jadi penyambung lidah anak-anak melalui bahasa isyarat,” ujar Widia.

Baca juga: Kurangi Miskomunikasi, Bahasa Isyarat Upaya Pelayanan Publik

Widia menjelaskan, keterbatasan guru membuat anak-anak sering kesulitan dalam memahami pelajaran. Jika tidak segera diatasi, hal ini berisiko menghambat perkembangan akademik dan sosial mereka. “Bahasa isyarat bukan hanya membantu komunikasi, tapi juga pintu masuk bagi anak untuk memahami ilmu pengetahuan,” ucapnya.

Baca juga: Bahasa Isyarat Jadi Kunci Bagi Tunarungu dalam Kesetaraan

Ia pun mengajak mahasiswa dan masyarakat yang peduli untuk ikut mempelajari bahasa isyarat. Dengan partisipasi berbagai pihak, keterbatasan jumlah tenaga pengajar bisa dikurangi.

Ia menekankan, pendidikan inklusif hanya bisa terwujud bila tersedia tenaga pendidik yang memadai. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian khusus terhadap penambahan guru bahasa isyarat. (Bachtiar Rahadi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....