​Berantas Buta Aksara Al-Qur’an Lewat Magrib Mengaji

  • 30 Jul 2025 11:20 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak terus menggencarkan program Maghrib Mengaji sebagai langkah strategis untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda. Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Bupati (Perbup) Lebak Nomor 14 Tahun 2013 tentang Wajib Mengaji.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lebak, Iyan Fitriyana, menjelaskan program Maghrib Mengaji menjadi bagian penting dalam membentuk karakter religius masyarakat Lebak sekaligus sebagai upaya serius memberantas buta huruf Al-Qur’an.

“Pemerintah daerah telah menerbitkan Perbup Nomor 14 Tahun 2013 tentang Wajib Mengaji sebagai bagian dari upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui program Maghrib Mengaji,” ujar Iyan di Rangkasbitung, Rabu (30/7/2025).

Sejak diluncurkan, program Maghrib Mengaji telah mendorong ribuan anak usia sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK untuk aktif mengikuti kegiatan mengaji setiap petang. Tempat-tempat pengajian seperti musola, masjid, majelis taklim, bale, hingga sosompang kini ramai dipadati anak-anak yang belajar membaca dan memahami Al-Qur’an.

Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program ini, Pemkab Lebak telah membentuk struktur kepengurusan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kepengurusan tersebut mencakup Forum Dewan Gerakan Mengaji di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

“Pembentukan forum dan pengurus ini bertujuan agar masyarakat Lebak semakin terdorong membudayakan pengajian, apalagi kita ini daerah yang religius,” kata Iyan.

Pemerintah Kabupaten Lebak juga menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan program ini dengan memberikan insentif kepada para guru Maghrib Mengaji. Saat ini, tercatat sebanyak 10.481 guru mengaji di seluruh Kabupaten Lebak telah menerima insentif sebesar Rp600 ribu per orang.

“Pemberian insentif ini adalah bentuk apresiasi sekaligus komitmen kami dalam mendukung para ustaz dan ustazah yang berperan penting dalam mendidik anak-anak agar melek Al-Qur’an,” ucapnya.

Melalui program ini, Pemkab Lebak berharap mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung gerakan ini demi memperkuat jati diri Lebak sebagai daerah yang religius dan berbudaya Islam yang kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....