Tantangan Pandeglang Menuju Swasembada Pangan

  • 17 Des 2024 12:08 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang membeberkan sejumlah faktor penghambat swasembada pangan di daerah. Sedikitnya ada tiga faktor yang menjadi penghambat terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Pandeglang diantaranya, faktor alam dan permodalan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura pada DPKP Pandeglang Nuridawati mengatakan, Pandeglang merupakan daerah rawan banjir, yang sebagian besar justru berada di daerah lumbung pangan.

Baca juga: Krisis Air Bersih di Pandeglang Picu Darurat untuk Pertanian

"Penghambat atau tantangan untuk mewujudkan swasembada pangan pertama faktor alam seperti sekarang ada banjir, sebelumnya juga ada kekeringan," kata dia, Selasa (17/12/2024).

Dari sektor modal, sebagian besar petani di Pandeglang hanya penggarap. Mereka kesulitan modal jika harus menanam padi di area yang lebih luas.

"Kemudian lemahnya permodalan, karena kebanyakan para petani kalau mau menanam padi lebih luas terkendala di permodalannya," ucapnya.

Selain faktor alam dan modal, tahun 2024 ini para petani di Kabupaten Pandeglang juga tidak mendapatkan kuota asuransi. Ini dinilai menjadi persoalan karena petani tidak bisa mendapat jaminan bila lahan sawahnya mengalami gagal tanam atau gagal panen.

Baca juga: Usaha Pertanian di Pandeglang Turun 5,86 Persen

"Tahun ini tidak ada asuransi, jadi kasihan para kelompok tani, sawahnya tidak bisa diasuransikan, karena tidak ada kuota asuransi dari pemerintah pusat," ucapnya.

Menurut Nuridawati, untuk swasembada pangan, Kabupaten Pandeglang mempunyai tanaman padi seluas 52.640 hektare. Lahan tersebut tersebar di 35 kecamatan. Namun, DPKP tetap berupaya meningkatkan produktivitas dalam rangka mewujudkan swasembada dengan memilih benih padi berkualitas bagi petani.

"Untuk meningkatkan produktivitas, para petani harus menggunakan benih yang berkualitas seperti Inpari 32 Mekongga, Ciherang, m70d, nutri zinc atau biofortifikasi. Itukan varietas-varietas unggulan," katanya.

Baca juga: Sedang Panen, Irna: Impor Beras Tidak Menghargai Petani

DPKP juga telah menggelontorkan sejumlah bantuan baik itu berupa bantuan benih padi maupun Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang dialokasikan dari anggaran Pemerintah Pusat.

"Selain itu, juga Kabupaten Pandeglang mendapatkan pompanisasi sebanyak 300 unit dan Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 85 unit dan telah disalurkan kepada para petani yang ada di beberapa kecamatan," ujar Nuridawati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....