Krisis Air Bersih di Pandeglang Picu Darurat untuk Pertanian

  • 27 Agt 2024 11:48 WIB
  •  Banten

KBRN, pandeglang: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nasir, mengungkapkan bahwa kekeringan yang melanda daerah ini telah berdampak signifikan pada sektor pertanian, terutama pada lahan sawah yang mengalami kekurangan pasokan air. Hal tersebut disampaikan Nasir pada dialog Banten Pagi, Selasa (27/8/2024).

Menurut Nasir, kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah darurat guna menjaga kelangsungan pertanian di tengah situasi yang sulit. Saat ini Pandeglang tengah menghadapi krisis air bersih yang cukup serius akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

"Kami telah menurunkan lebih dari 500 unit pompa air dan membangun 85 unit irigasi perpompaan untuk mengatasi kekurangan air di lahan-lahan pertanian," ujarnya.

Nasir juga menyebut, upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak kekeringan yang lebih parah di wilayah Pandeglang, yang mayoritas lahan pertaniannya digunakan untuk padi. Selain itu, Dinas Pertanian juga mendorong penggunaan teknologi dan inovasi, seperti pompanisasi, untuk membantu petani mengatasi kekurangan air.

"Kami optimis, dengan adanya pompanisasi dan irigasi perpompaan ini, produksi pertanian dapat dipertahankan meskipun dalam kondisi kekeringan," kata Nasir.

Di tengah krisis ini, Nasir juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga sumber-sumber air yang ada dan menghemat penggunaan air bersih, mengingat pentingnya air tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tetapi juga untuk kelangsungan pertanian yang menjadi penopang utama ekonomi di Pandeglang.

“Kami berharap masyarakat dan petani bisa tetap bertahan di tengah tantangan kekeringan ini, sambil terus berdoa agar hujan segera turun dan situasi kembali normal,” ucapnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....