Dinkes Kabupaten Serang Imbau Warga Waspadai Penyakit Musim Kemarau
- 09 Agt 2026 09:34 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mengimbau masyarakat mewaspadai berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Efrizal, saat ditemui di Serang, Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi kemarau berdampak terhadap lingkungan, terutama udara dan ketersediaan air. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini. Efrizal mengatakan kondisi udara yang lebih kering membuat debu lebih mudah beterbangan, terutama dari lingkungan yang mengalami kekeringan. Debu tersebut dapat mengotori lingkungan sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Salah satu penyakit yang sering muncul akibat kondisi tersebut berkaitan dengan saluran pernapasan. Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar rumah diminta memperhatikan kondisi udara. “Kalau nggak penting-penting amat, jangan terlalu sering keluar. Kalau memang harus keluar, dengan kondisi yang ada, pakai masker,” ujar Efrizal.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan penting. Namun, bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan juga diminta segera mendapatkan pengobatan. Selain udara, Efrizal menjelaskan musim kemarau juga berdampak terhadap ketersediaan dan kualitas air yang digunakan masyarakat.
Berkurangnya volume air dapat menyebabkan konsentrasi kotoran dalam sumber air menjadi lebih tinggi. Kondisi tersebut berisiko mengganggu kesehatan apabila air yang tidak layak digunakan untuk konsumsi.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan air yang digunakan untuk minum maupun kebutuhan sehari-hari dalam kondisi bersih dan layak. Efrizal juga mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai penyakit demam berdarah dengue atau DBD selama musim kemarau.
Menurutnya, keterbatasan air membuat sebagian masyarakat menampung air dari berbagai sumber untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tempat penampungan air yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi lokasi berkembangnya jentik nyamuk.
Kondisi tersebut membuat potensi DBD tetap perlu diwaspadai meskipun sedang musim kemarau. Untuk mencegah DBD, masyarakat diminta menutup tempat penampungan air dan mengurasnya secara rutin.
Efrizal menyebut pengurasan perlu dilakukan secara berkala agar tidak memberikan kesempatan bagi jentik nyamuk berkembang. Masyarakat juga diingatkan memperhatikan tempat-tempat yang berpotensi menampung air di sekitar lingkungan rumah
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk. Dinkes Kabupaten Serang mengajak masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat selama musim kemarau.
Selain menjaga kualitas air dan kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta menerapkan pola makan yang sehat. Penggunaan masker saat kondisi udara berdebu serta pemeriksaan kesehatan ketika sakit juga perlu dilakukan. Dengan kewaspadaan dan pencegahan sejak dini, risiko penyakit selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....