PMI Banten Distribusikan 105 Ribu Masker Hadapi Erupsi

  • 07 Sep 2026 15:27 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mendistribusikan 105 ribu masker kepada PMI kabupaten/kota, Senin 7 September 2026. Bantuan tersebut menjadi langkah perlindungan masyarakat dari potensi paparan debu dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah, mengatakan masker menjadi salah satu kebutuhan utama menghadapi dampak erupsi. PMI Banten bersama PMI kabupaten/kota terus bergerak membantu masyarakat yang berpotensi terdampak. Masker yang diterima diminta segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

“Masker menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Ratu Tatu.

Sebelum penanganan dampak erupsi, PMI Banten memiliki persediaan 11.750 masker. Stok tersebut bertambah melalui bantuan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Serang Mill sebanyak 50 ribu masker.

Selain itu, Riders Grup turut memberikan bantuan sebanyak 2.000 masker. Bantuan tersebut menjadi bagian dari persediaan PMI untuk mendukung perlindungan masyarakat.

Sejak Juli hingga Agustus 2026, PMI Banten telah menyalurkan 6.000 masker untuk penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin. PMI juga telah mendistribusikan 47.800 masker kepada PMI kabupaten/kota untuk diteruskan kepada masyarakat.

PMI Banten juga memperoleh tambahan bantuan dari PMI Pusat sebanyak 100 ribu masker. Bantuan tersebut akan memperkuat persediaan masker untuk penanganan masyarakat terdampak abu vulkanik.

Dalam distribusi 105 ribu masker, Kabupaten Serang mendapatkan 30 ribu masker. Kabupaten Pandeglang menerima 20 ribu masker, sedangkan Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon masing-masing 10 ribu masker.

Kota Tangerang mendapat 10 ribu masker, Kota Serang 15 ribu masker, serta Kota Tangerang Selatan 10 ribu masker. PMI kabupaten/kota diminta segera meneruskan bantuan tersebut kepada masyarakat.

Ratu Tatu mengatakan penyaluran masker merupakan upaya PMI menekan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi pemerintah serta instansi berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....