Golok Ciomas Jadi Identitas Budaya Masyarakat Banten hingga Kini
- 28 Jul 2026 06:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Golok Ciomas menjadi salah satu pusaka yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Banten. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Rohendi, saat pembukaan Pameran Nasional Pusaka Nusantara Tahun 2026 di Museum Negeri Banten, Gedung Banten Islamic Center (BIC), Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, keberadaan golok merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan. Pusaka tersebut juga menjadi kebanggaan masyarakat Banten.
Rohendi menjelaskan Banten memiliki sedikitnya 12 jenis golok yang berkembang di berbagai wilayah. Dari berbagai jenis tersebut, Golok Ciomas menjadi salah satu yang paling dikenal masyarakat.
| Baca juga: Ribuan Warga Desa Bandung Gelar Pawai Obor |
Keberadaan golok tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga filosofi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Banten. Karena itu, pelestariannya perlu terus dilakukan.
Rohendi menegaskan Golok Ciomas merupakan simbol budaya yang membedakan Banten dengan daerah lain. Ia berharap masyarakat terus menjaga keberadaan pusaka tersebut sebagai bagian dari identitas daerah.
Menurutnya, generasi muda juga perlu mengenal sejarah Golok Ciomas. "Kalau orang bicara Yogyakarta ingat keris, Kalimantan ingat mandau, Aceh ingat rencong. Kalau Banten, kita bangga punya golok. Ada 12 jenis golok di Banten dan salah satunya yang paling terkenal adalah Golok Ciomas," ujarnya.
Rohendi mengatakan koleksi Golok Ciomas turut ditampilkan dalam Pameran Nasional Pusaka Nusantara Tahun 2026. Pengunjung dapat melihat langsung salah satu pusaka khas Banten tersebut bersama koleksi dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran koleksi itu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun tamu dari luar daerah. Museum juga menjadi tempat memperkenalkan kekayaan budaya Banten.
Menurutnya, pameran menjadi kesempatan untuk mengenalkan warisan budaya kepada pelajar dan masyarakat. Selain sebagai media edukasi, kegiatan tersebut juga memperkuat upaya pelestarian budaya daerah.
Rohendi berharap semakin banyak masyarakat yang mengunjungi museum selama pameran berlangsung. Dengan demikian, nilai sejarah yang terkandung dalam setiap pusaka dapat dipahami lebih luas.
Ia menambahkan pelestarian pusaka tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan agar warisan budaya tetap lestari. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan pengelola museum dinilai menjadi kunci menjaga kekayaan budaya Indonesia.
Kesadaran tersebut perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Pameran Nasional Pusaka Nusantara Tahun 2026 mengusung tema "Merawat Jejak Peradaban, Menguatkan Identitas Nusantara." Kegiatan tersebut diikuti museum dari berbagai daerah di Indonesia yang menampilkan koleksi pusaka unggulan masing-masing.
Pemerintah Provinsi Banten berharap pameran menjadi media memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan itu, Golok Ciomas diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu ikon budaya Banten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....