Ribuan Warga Desa Bandung Gelar Pawai Obor
- 16 Jun 2026 12:46 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Ribuan warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang memadati ruas jalan utama untuk mengikuti pawai obor massal dalam rangka menyambut tahun baru Islam satu Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan syiar berskala lokal pada Senin Malam, 16 Juni 2026 ini dirancang sebagai instrumen edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenali sejarah dan momentum pergantian tahun sistem kalender agama Islam.
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, menyebut jumlah peserta aksi pawai obor komunal ini tercatat menembus angka 1.230 orang. Rute perjalanan obor tersebut mengambil titik awal dari halaman depan kantor desa hingga berakhir di kawasan destinasi Desa Wisata Bukit Sinonnya dengan menempuh jarak sejauh dua koma lima kilometer.
"Malam ini adalah malam yang istimewa, kami melaksanakan kegiatan pawai obor yang berjumlah 1.230 peserta dengan jarak kurang lebih 2,5 kilo dimulai dari depan kantor desa sampai ke desa wisata Bukit Sinonnya. Hal ini kami lakukan dalam rangka edukasi kepada kaum kaula muda agar mengetahui tahun baru agama kita yaitu tahun baru Islam," kata Wahyu Kusnadiharja, Selasa 16 Juni 2026.
Konsep perayaan kultural yang memadukan unsur religi dan hiburan ini diklaimnya lahir dari mufakat serta keinginan murni masyarakat adat setempat. Tingginya antusiasme warga dikatakannya terlihat dari keterlibatan aktif kelompok alim ulama, tokoh pemuda, hingga tokoh adat dalam barisan pawai.
Menurutnya rangkaian peringatan hari besar Islam di wilayah ini dipastikan terus bergulir secara maraton selama sepuluh hari penuh pasca-malam pembukaan. Berbagai macam submateri kegiatan tradisi daerah disiapkannya untuk mengisi ruang publik di sepanjang pekan pertengahan bulan Juni 2026.
Adapun puncak dari seluruh rangkaian festival religi ini akan ditutup secara resmi pada tanggal 10 Muharam yang bertepatan dengan tanggal 25 Juni 2026. Pemerintah Desa akan menggelar pelaksanaan Festival Bubur Suro sebagai ritual penutup penanda berakhirnya kalender perayaan.
"Ini adalah merupakan menjaga tradisi, adat, budaya, semua yang dilakukan dari mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Muharam yang ditutup nanti dengan melaksanakan kegiatan Festival Bubur Suro pada 25 Juni 2026," ujarnya.
Warga sekaligus peserta pawai, Aulia, menyatakan keterlibatan dirinya dalam festival ini didasari atas semangat kemandirian untuk menjaga eksistensi identitas agama di lingkungan pergaulan. Masyarakat berharap momentum tahun baru Hijriah dapat mentransformasikan wilayah pedesaan di Pandeglang menjadi kawasan yang lebih maju dan religius.
"Harapannya tahun baru Islam ini semakin maju dan semakin menjaga agama Islam sekaligus menjaga tradisi di sini," ucap Aulia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....