Pelestarian Budaya Festival Bubur Suro di Desa Bandung Pandeglang

  • 26 Jun 2026 07:30 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Masyarakat Desa Bandung di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang kembali menggelar Festival Bubur Suro sebagai upaya pelestarian nilai sejarah serta kebudayaan lokal. Perayaan adat yang berpusat di halaman Kantor Desa Bandung tersebut sekaligus menjadi puncak peringatan momentum menyambut tahun baru Islam sepuluh Muharam 1448 Hijriah.

Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja menjelaskan, agenda tahunan ini mengusung misi penguatan kecintaan terhadap negeri berbasis penanaman nilai tradisi leluhur. Perlombaan memasak sajian khas tersebut diikuti oleh sepuluh tim peserta dari delapan kampung serta partisipasi aktif lembaga sekolah dasar setempat.

"Kegiatan ini merupakan kalender event tahunan bagi masyarakat Desa Bandung dalam rangka menyambut tahun baru Islam yang puncaknya ada di tanggal 10 Muharam dengan merayakan Festival Bubur Suro. Rangkaian hari ini ada stan UMKM, pembuatan bubur bersama, kirab, ritual doa, pentas seni, serta pembagian kurang lebih 2.000 bubur suro ke pengunjung," ujar Wahyu, Kamis 25 Juni 2026.

Rangkaian kegiatan religi dan seni budaya lain pun disebutnya telah bergulir secara maraton semenjak tanggal satu Muharam di lingkungan desa. Pihak panitia menyelenggarakan kompetisi hafalan Al-Qur'an, pemilihan da'i cilik, qasidah, hingga lomba seni silat bagi para generasi muda.

Adapun rangkaian puncaknya diisi dengan aksi gotong royong pembuatan bubur, ritual doa bersama, pertunjukan seni tradisional, hingga parade kirab bubur. Wahyu menyebut pihak panitia mendistribusikan sedikitnya dua ribu porsi bubur suro secara gratis kepada seluruh warga serta pengunjung yang memadati lokasi.

Guna mendongkrak sektor ekonomi riil, festival budaya ini juga diintegrasikan dengan penyediaan sepuluh stan produk usaha mikro kecil khas Desa Bandung. Pemerintah desa memproyeksikan kegiatan berbasis kearifan lokal ini dapat terus diakomodasi menjadi magnet kalender wisata daerah berskala besar.

Respons positif datang dari elemen masyarakat setempat yang merasa bangga bisa terlibat langsung menyukseskan jalannya pesta rakyat tersebut. Warga Desa Bandung, Oneng mengatakan, keterlibatan aktif dirinya dan warga lain dirasakannya menjadi kebangaan dalam menjaga roda keguyuban antarkampung di wilayahnya.

"Senang banget bisa memeriahkan acara ini. Harapannya bubur suro ini tetap lestari, tetap banyak peminatnya anak muda lah khususnya jangan diam saja, ikuti dari awal agar tradisi ini jangan sampai hilang," kata Oneng di sela perayaan festival.

Ia berharap komitmen kolektif dari kalangan pemuda untuk menjaga estafet kebudayaan bubur suro agar tidak punah tergerus zaman. Generasi muda diimbau aktif mengikuti prosesi adat dari awal agar nilai filosofis warisan leluhur dapat dipahami secara utuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....