Strategi Revitalisasi Sastra dengan Alih Wahana ke Panggung Teater
- 27 Mar 2026 16:10 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Upaya pelindungan dan pengembangan sastra daerah terus mengalami inovasi, salah satunya melalui alih wahana dari teks ke pertunjukan. Transformasi ini dilakukan dengan mengadaptasi karya klasik seperti Babad Banten menjadi drama musikal, sehingga lebih inklusif dan mudah dinikmati oleh masyarakat luas. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjembatani jarak antara tradisi dan generasi muda.
Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Nanda Ghaida Fauziyyah menjelaskan, teks-teks lama selama ini cenderung hanya diakses oleh kalangan terbatas. “Karena teks lama sering kali hanya dibaca oleh kalangan terbatas. Ketika diadaptasi menjadi pertunjukan, teks menjadi lebih inklusif. Masyarakat bisa menikmatinya tanpa harus memahami teks secara akademik,” ucapnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Nanda menuturkan, alih wahana menjadi salah satu strategi revitalisasi sastra yang tidak hanya berhenti pada dokumentasi, tetapi juga menghidupkan kembali karya dalam bentuk yang lebih kontekstual. Menurutnya, proses ini menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menikmati sastra.
“Betul, dari teks ke panggung, dari arsip ke pengalaman estetis. Ini membuat sastra lebih hidup dan relevan,” kata Nanda.
Program ini juga melibatkan berbagai komunitas seni di Banten, seperti kelompok teater dan pelaku budaya yang aktif mengembangkan pertunjukan berbasis tradisi. Melalui kolaborasi tersebut, manuskrip seperti Babad Banten tidak hanya dipentaskan, tetapi juga dikemas dalam bentuk drama musikal yang menggabungkan unsur narasi, musik, dan visual yang menarik bagi generasi muda.
Nanda menilai, inovasi ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman. Alih wahana memungkinkan nilai-nilai budaya tetap tersampaikan tanpa kehilangan esensi, sekaligus membuka ruang interpretasi baru. Hal ini juga menunjukkan bahwa tradisi dapat beradaptasi dengan medium yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Melalui pendekatan kreatif seperti ini, sastra daerah tidak lagi dipandang sebagai warisan yang kaku, melainkan sebagai sumber inspirasi yang terus berkembang. Transformasi dari manuskrip ke panggung teater menjadi bukti bahwa tradisi mampu hidup dan relevan, selama diberi ruang untuk berinovasi dan terhubung dengan audiens yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....