Pemkab Lebak Kembangkan Pasar Tradisional Bantu Petani

  • 05 Jun 2026 06:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, terus mengembangkan pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah pemasaran berbagai komoditas pertanian yang dihasilkan petani lokal.

Pasar tradisional dinilai masih menjadi pusat transaksi utama bagi masyarakat, khususnya untuk produk pertanian segar. Berbagai hasil pertanian seperti buah-buahan, umbi-umbian, pisang, dan aneka sayuran dataran rendah masih banyak dipasarkan melalui pasar tradisional.

Keberadaan pasar tradisional memberikan akses yang lebih luas bagi petani untuk menjual hasil panennya secara langsung kepada konsumen. Pasar tradisional juga mampu menjaga stabilitas harga produk pertanian di tingkat petani.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Yani, di Rangkasbitung, mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat keberadaan pasar tradisional. Menurut dia, pasar tradisional memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, terutama petani.

“Pemerintah daerah hingga kini terus mengembangkan pasar tradisional karena dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi petani,” kata Yani di Lebak, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan sebagian besar petani di Kabupaten Lebak masih mengandalkan pasar tradisional sebagai tempat utama menjual hasil pertanian mereka. Dengan adanya pasar tradisional, petani memiliki peluang lebih besar memperoleh harga yang lebih baik.

Yani menilai keberadaan pasar tradisional dapat memutus mata rantai distribusi yang terlalu panjang. “Pasar tradisional sangat menguntungkan petani karena dapat memutus mata rantai tengkulak maupun pengepul, sehingga hasil penjualan lebih banyak diterima petani,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lebak mengembangkan pasar tradisional di 14 lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pasar dan memperluas akses pemasaran produk lokal.

Pemerintah berharap pasar-pasar tersebut mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan. Selain membantu petani, pasar tradisional juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan pedagang kecil.

Aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari turut menggerakkan sektor ekonomi lainnya. Yani menyebut sejumlah pasar tradisional besar di Kabupaten Lebak memiliki peran strategis dalam distribusi komoditas pertanian.

Beberapa di antaranya adalah Pasar Tradisional Rangkasbitung, Maja, Muncang, Sampay, dan Bayah. Pasar-pasar tersebut menjadi tujuan utama petani untuk memasarkan hasil panen mereka.

Di antara pasar yang ada, Pasar Tradisional Rangkasbitung menjadi yang terbesar di Kabupaten Lebak. Pasar tersebut menampung sekitar 1.000 pedagang yang setiap hari melakukan aktivitas jual beli.

“Pasar Tradisional Rangkasbitung merupakan pasar terbesar di Kabupaten Lebak dan menjadi pusat perdagangan masyarakat,” ucap Yani.

Ia menambahkan, perputaran uang di Pasar Tradisional Rangkasbitung mencapai sekitar Rp1 miliar per hari. Menurut data yang dihimpun, rata-rata omzet pedagang di pasar tersebut mencapai Rp1 juta per hari.

Pemerintah daerah optimistis pengembangan pasar tradisional akan terus meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Kabupaten Lebak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....