Tembus 161 Persen, Pemprov Banten Genjot Elektrifikasi Jalur Kereta Merak
- 02 Okt 2026 16:51 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Serang Raya mendorong percepatan proyek pembangunan jalur ganda (double track) dan elektrifikasi kereta api hingga ke Pelabuhan Merak. Langkah ini di susun menyusul lonjakan jumlah penumpang KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitug yang diproyeksikan menembus angka 85 juta orang pada tahun ini, dan pada saat jam sibuk bisa mencapai 161 persen.
Gubernur Banten, Andra Soni menjelaskan pada tahun lalu, jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitug tercatat mencapai 77,5 juta orang dan melonjak hingga 85 juta orang tahun ini. Selain itu, layanan kereta lokal Merak yang melayani rute Rangkasbitung–Serag–Cilegon–Merak dengan 14 perjalanan sehari juga mencatatkan angka penumpang sebanyak 4,46 juta orang, dengan proyeksi naik menjadi 4,67 juta orang dan menyentuh hingga 129 persen.
"KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung tahun 2025 menembus 77,5 juta orang dan tahun 2026 di proyeksi melonjak sampai 85 juta orang. Pelayanan kereta api lokal rute Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak dengan perjalanan 14 kali sehari mencapai 4,46 juta, diproyeksikan tahun ini menjadi 4,64 juga orang." ujar Andra, Jumat 2 Oktober 2026.
Namun di sisi lain, penumpang dari arah Merak, Cilegon, dan Serang masih harus menghadapi kendala transismen atau wajib turun dan berganti kereta di Stasiun Rangkasbitung jika ingin menuju Jakarta, begitu juga sebaliknya. "Kita masih menghadapi tantangan berupa transisme perpindahan kereta distasiun Rangkas Bitung, dari arah merak Cilegon dan serang harus turun berganti kereta menuju jakarta, begitupun sebaliknya," ujar Andra.
Untuk memperkuat usulan yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Pemprov Banten bersama pihak terkait merampungkan Feasibility Study (FS) melalui FGD. Berdasarkan hasil kajian teknis dan ekonomi, proyek elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Merak membutuhkan anggaran investasi sekitar Rp1,29 triliun.
Meski bernilai besar, proyek ini dinilai memiliki kelayakan ekonomi di atas 10 persen dan diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas angkut dari 9.900 penumpang per hari menjadi 18.000 penumpang per hari. Pelaksanaan proyek ini direncanakan berjalan secara bertahap.
Pembangunan akan dimulai dari lintas Rangkasbitung menuju Serang terlebih dahulu, sebelum dilanjutkan ke Cilegon dan Merak. Pemprov menargetkan tahapan FS rampung tahun ini, untuk kemudian dilanjutkan pada tahap Detail Engineering Design di Kementerian Perhubungan pada tahun depan.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi menyampaikan realisasi proyek ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui infrastruktur yang andal. "Kalau ini bisa dilaksanakan tentunya masalah Kota Serang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan ini bisa diharapkan bisa dikerjakan, dilaksanakan sesuai dengan progres," ucap Budi saat diwawancarai RRI. (Nurul Fadiyah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....