Komisi XI DPR RI Dorong Penambahan Anggaran untuk Perkuat Literasi Keuangan
- 09 Sep 2026 06:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga penjamin Simpanan (LPS), Kementerian Keuangan, dan lembaga keuangan lainnya menggelar kegiatan edukasi keuangan "Literasi Keuangan Indonesia Terdepan" (LIKE IT) Series 6 di Convention Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Selasa, 8 September 2026. Kegiatan in diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Banten.
Langkah ini diambil guna mengatasi ketimpangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia, khususnya di wilayah Banten. Anggota Komisi XI DPR RI, Annisa M.A. Mahesa, mengungkapkan persentase inklusi keuangan nasional saat ini sudah tergolong tinggi, yakni mencapai 93,61 persen.
Namun, tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan masih berada di kisaran 60 persen. Untuk mengatasi celah tersebut, Komisi XI DPR RI telah menyepakati penambahan anggaran literasi dan inklusi keuangan untuk tahun mendatang.
"Masih ada PR berat dari OJK, LPS, Kementerian Keuangan, BI, dan lintas KSSK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Alhamdulillah, dari DPR Komisi XI kemarin kita sudah ketok anggarannya untuk tahun 2027, akan ditambah anggarannya untuk literasi dan inklusi keuangan," ujarnya.
Ia mengatakan generasi muda, khususnya Gen Z, menjadi sasaran utama program ini karena tingginya dampak teknologi dan media sosial. Data menunjukkan sekitar 30 hingga 40 persen pemilik aset keuangan digital di pasar modal berasal dari kalangan Gen Z.
Namun, kedekatan dengan teknologi ini juga membuat mereka rentan menjadi korban kejahatan finansial. "Berdasarkan riset dari SNLIK, Gen Z ini juga sangat rentan terhadap scam, terhadap pinjol ilegal, dan terhadap aktivitas ilegal. Makanya, untuk menghindari hal-hal tersebut, disasarlah Gen Z, dimulai dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten hari ini," kata Annisa menambahkan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, salah satunya mahasiswa dari Universitas Pamulang, Jamaludin, Ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan instrumen investasi yang aman seperti Sukuk Negara.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya dapat pengetahuan baru tentang Sukuk Negara yang menghasilkan return untung tanpa kerugian dan dijamin oleh negara. Kita juga ikut membantu ekonomi Indonesia karena investasi kita digunakan untuk membangun jembatan dan rumah sakit," ucap Jamaludin.
Ia menuturkan tantangan finansial yang dihadapi sebagai mahasiswa, di mana tingkat pengeluaran sering kali hampir menyamai pemasukan. Setelah mengikuti LIKE IT Series 6, Jamaludin berkomitmen untuk membenahi manajemen keuangannya dan membagikan pemahaman tersebut kepada sesama.
"Antara pengeluaran dan pemasukan saya kadang hampir 50 persen. Saya ingin mengurangi pengeluaran fashion dan mengutamakan kebutuhan pokok agar bisa menyisihkan dana untuk mengolah keuangan lebih baik. Harapan saya, ilmu ini bisa saya bagikan karena literasi keuangan sangat penting di era digital agar masyarakat tidak mudah termakan disinformasi," kata Jamaludin.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tingkat pemahaman finansial masyarakat Banten dapat meningkat. Sehingga risiko penipuan berbasis digital dapat ditekan secara signifikan. (Fatimah Raihani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....