Tiga Cara Mewujudkan Rasa Syukur
- 01 Okt 2026 13:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui tiga bentuk, yakni dengan hati, lisan, dan anggota badan. Ketiganya menjadi bagian penting agar rasa syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi diterapkan dalam perilaku dan aktivitas sehari-hari.
Sekretaris MUI Provinsi Banten, Ustaz Deni Rusli menjelaskan, syukur dengan hati dilakukan dengan meyakini bahwa seluruh nikmat yang diterima manusia berasal dari Allah SWT. Keyakinan tersebut membuat manusia tidak menganggap keberhasilan semata-mata berasal dari kepintaran atau kemampuan dirinya sendiri.
| Baca juga: Esensi Bersyukur Bukan Sekadar Ucapan |
“Syukur dengan hati, asyukru bil qalbi, yakni meyakini secara penuh dan tulus bahwa setiap nikmat baik yang besar maupun yang kecil yang nampak atau yang tidak nampak murni berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucap Ustaz Deni dalam program Mutiara Pagi bersama RRI Pro 1 Banten, Kamis, 1 Oktober 2026.
Bentuk kedua adalah syukur melalui lisan dengan mengakui kebaikan Allah melalui pujian dan zikir. Ustaz Deni mengingatkan agar lisan tidak digunakan untuk memperkeruh suasana, mengeluh berlebihan, meratap, atau menyakiti orang lain.
“Syukur dengan lisan, asyukru bil lisan, mengakui kebaikan Allah melalui pujian, memuji Allah dengan berzikir,” ujarnya.
| Baca juga: Niat Ikhlas Jadi Penentu Nilai Amal |
Sementara bentuk ketiga adalah syukur melalui anggota badan atau asyukru bil arkan dan jawarih. Bentuk tersebut diwujudkan dengan menggunakan fisik, bakat, harta, serta waktu untuk beribadah, berbuat baik, dan memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.
“Syukur dengan anggota badan, asyukur bil arkan atau jawarih menggunakan fisik, bakat, harta, dan waktu untuk ketaatan, berbuat baik serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ucapnya.
Menurut Ustaz Deni, penggunaan nikmat untuk kepentingan yang diridai Allah juga menjadi bagian dari hakikat bersyukur. Ia mencontohkan seseorang yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari kemudian menghentikan kegiatannya ketika memasuki waktu salat sebagai bentuk pemanfaatan nikmat untuk ketaatan.
| Baca juga: Ikhlas Jadi Kunci Utama Diterimanya Ibadah |
“Ketika kita sedang berada di rumah sore-sore, kemudian beraktivitas, cuci motor, cuci mobil, kemudian di Masjid Ad-Dunya Allahu Akbar, berhenti untuk cuci motor, cuci mobil, segera ambil wudu pergi ke masjid, itu tasarruf bin nikmat,” katanya.
Ustaz Deni menambahkan, bersyukur juga dapat diwujudkan melalui sedekah dan membantu pembangunan sarana keagamaan sesuai kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, seseorang yang hanya mengucapkan kalimat syukur tetapi tidak menggunakan nikmatnya untuk kebaikan perlu kembali memahami hakikat syukur secara lebih mendalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....