Esensi Bersyukur Bukan Sekadar Ucapan

  • 01 Okt 2026 13:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Bersyukur kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan menggunakan seluruh nikmat yang diberikan untuk hal-hal yang diridai-Nya. Sikap bersyukur dapat diterapkan dengan memanfaatkan nikmat berupa kesehatan, ilmu, harta, waktu, dan kesempatan untuk melakukan kebaikan.

Sekretaris MUI Provinsi Banten, Ustaz Deni Rusli mengatakan, bersyukur menjadi salah satu pilar penting dalam menjalani kehidupan agar manusia tidak terjerumus pada kekufuran terhadap nikmat Allah SWT. Menurutnya, selain bersyukur, terdapat tiga pilar lain yang menjadi benteng kehidupan, yakni sabar, taubat, dan ikhlas.

“Esensi bersyukur itu lebih dari sekedar ucapan, tidak hanya membasahi mulut saja berucap dan berucap, tidak seperti itu,” kata Ustaz Deni dalam program Mutiara Pagi bersama RRI Pro 1 Banten, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ustaz Deni menjelaskan, secara bahasa syukur berasal dari kata syakaro, yashuru syukron yang memiliki makna membuka, menampakkan, atau memperlihatkan. Dalam penerapannya, seluruh nikmat berupa fisik, pikiran, harta, ilmu, pengalaman, hingga kesempatan perlu diarahkan untuk memperoleh rida Allah SWT.

“Bersyukur adalah mengarahkan seluruh nikmat yang diberikan Allah baik berupa fisik, pikiran, harta termasuk ilmu, pengalaman, maupun kesempatan, baik secara zahir maupun batin, untuk hal-hal yang diridai oleh Allah Subhanahu wa taala,” ujarnya.

Ustaz Deni menerangkan, ulama seperti Imam Al-Ghazali membagi esensi bersyukur menjadi tiga pilar utama, yaitu syukur dengan hati, lisan, dan anggota badan. Syukur dengan hati berarti meyakini bahwa seluruh nikmat, baik besar maupun kecil, berasal dari Allah SWT dan bukan semata-mata karena kemampuan manusia.

“Syukur dengan hati, yakni meyakini secara penuh dan tulus bahwa setiap nikmat baik yang besar maupun yang kecil yang nampak atau yang tidak nampak murni berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucapnya.

Sementara itu, syukur dengan lisan dilakukan dengan mengakui kebaikan Allah melalui pujian dan zikir, sedangkan syukur dengan anggota badan diwujudkan melalui penggunaan fisik, bakat, harta, dan waktu untuk ketaatan serta memberikan manfaat bagi lingkungan. Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya mengucapkan kalimat syukur apabila nikmat yang dimiliki tidak digunakan untuk kebaikan.

“Yang paling penting adalah at-tasarufu binikmat, menggunakan nikmat di jalan Allah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....